Kompas.com - 18/12/2020, 16:28 WIB
Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Thomas, Padang-Padang, Badung, Bali, Minggu (1/11/2020). Berbagai objek wisata di Pulau Dewata ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dari berbagai daerah yang berwisata memanfaatkan hari terakhir masa libur panjang. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFSejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Thomas, Padang-Padang, Badung, Bali, Minggu (1/11/2020). Berbagai objek wisata di Pulau Dewata ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dari berbagai daerah yang berwisata memanfaatkan hari terakhir masa libur panjang. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

KOMPAS.com - Menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, masyarakat diingatkan agar tidak mengendurkan protokol kesehatan untuk mencegah potensi penularan Covid-19 dalam keluarga.

Walau rumah dinilai menjadi tempat yang lebih aman untuk berlindung dari Covid-19, nyatanya cukup banyak ditemukan klaster keluarga.

Selama liburan terjadi interaksi yang intensif, saling berkunjung ke rumah kerabat dan kolega, atau berkegiatan bersama.

Satu temuan baru-baru ini menjelaskan bagaimana rumah bisa menjadi tempat penularan Covid-19.

Tim peneliti di University of Florida melakukan studi meta-analisis dan dimuat ke dalam jurnal JAMA Network Open pada 14 Desember lalu.

Studi tersebut meninjau 54 studi lain yang mencakup 20 negara dengan hampir 78.000 subjek.

Baca juga: Pemprov DKI Catat 410 Klaster Keluarga Setelah Libur Panjang Akhir Oktober, 4.052 Orang Positif Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti menemukan, orang yang paling berpotensi menularkan Covid-19 kepada orang lain adalah kerabat atau pasangan yang tidak tinggal serumah.

1. Orang dewasa lebih mungkin menyebarkan virus

Tinggal serumah berpotensi tinggi menularkan Covid-19 ke anggota keluarga, tetapi yang paling rentan adalah pasangan suami istri. Interaksi yang intens, tidur di ruangan yang sama, serta paparan langsung, menjadi penyebabnya.

2. Tidak menularkan virus kepada anak

Secara keseluruhan, para peneliti melihat 16,6 persen dari orang dengan Covid-19 dalam studi menularkan virus ke anggota keluarga mereka yang tinggal serumah. Namun, hanya 16,8 pasien positif Covid-19 yang menularkan virus kepada anak-anak.

Baca juga: Klaster Covid-19 Bermunculan, Ini Cara Cegah Penularan Corona di Dalam Ruangan

3. Orang dengan gejala berisiko menyebarkan virus

Studi juga mengungkap, orang dengan gejala berisiko menularkan virus ke anggota keluarga yang tinggal serumah sebesar 18 persen. Sedangkan orang tanpa gejala hanya berisiko 0,7 persen untuk menyebarkan virus.

Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020.

4. Kita berisiko tertular dari orang yang tinggal serumah

Di saat berada di luar, kita cenderung menjaga diri dari paparan virus dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Namun, tingkat kewaspadaan kita akan berkurang saat kita di rumah.

Sebuah studi yang dilakukan Centers of Disease Control and Prevention (CDC) mengungkap, 53 persen orang yang tinggal dengan kerabat yang terinfeksi Covid-19 tertular virus tersebut dalam tujuh hari.

Baca juga: Demi Cegah Covid-19 Lebih Maksimal, Perlukah Pakai 2 Masker Sekaligus?

5. Melindungi diri dari virus di rumah

Tidak mudah menerapkan tindakan pencegahan virus di rumah. Karena itu, para ahli menyarankan seseorang untuk mengisolasi diri jika ada anggota keluarga yang sedang sakit.

Jika diperlukan, tunjuk satu anggota keluarga yang berisiko rendah untuk merawat pasien tanpa mengabaikan tindakan pencegahan.

"Anda dapat meminta orang yang sehat meletakkan makanan dan minuman bagi orang yang sakit di depan pintu kamar, kemudian langsung mencuci tangan," sebut dokter anak Tanya Altmann, MD.

"Pakai sarung tangan untuk mengambil piring yang kosong, bawa ke dapur dan cuci dengan air panas dan sabun, atau gunakan mesin cuci piring, lalu cuci tangan kembali."

Guna mengurangi risiko paparan virus di dalam rumah, dokter darurat Leana Wen, MD menganjurkan untuk membuka jendela di ruangan keluarga.

"Pembersih udara dengan filter HEPA juga dapat membantu. Begitu pula pelembap udara, karena virus bertahan lebih lama di udara kering terutama di ruang bersama."

Baca juga: Mungkinkah Tertular Covid-19 Tanpa Demam? Ini Kata Dokter

6. Memakai masker di rumah

Memakai masker di rumah bisa menjaga kondisi tubuh dari paparan virus. Satu studi menemukan bahwa memakai masker efektif menghentikan penyebaran virus ke anggota keluarga lainnya di rumah sebesar 79 persen.




Sumber BestLife
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.