Jenazah Maradona "Harus Diawetkan" demi Tes DNA, Ada Apa?

Kompas.com - 20/12/2020, 15:11 WIB
Terlihat ada dua fans sepak bola Argentina, satu pendukung Boca Juniors dan satu lagi River Plate, yang berpelukan dalam isak tangis di luar tempat persemayaman akhir Diego Armando Maradona di Casa Rosada, Buenos Aires, pada Kamis (26/11/2020). EUROSPORTTerlihat ada dua fans sepak bola Argentina, satu pendukung Boca Juniors dan satu lagi River Plate, yang berpelukan dalam isak tangis di luar tempat persemayaman akhir Diego Armando Maradona di Casa Rosada, Buenos Aires, pada Kamis (26/11/2020).

KOMPAS.com - Pengadilan Argentina memutuskan jenazah legenda sepakbola Diego Maradona yang meninggal karena serangan jantung pada usia 60 tahun "harus diawetkan".

Putusan ini menjadi respons pengadilan terhadap gugatan yang diajukan oleh seorang perempuan bernama Magalí Gil.

Perempuan 25 tahun itu mengaku sebagai anak dari mantan pesepakbola klub elite Italia, Napoli, tersebut.

Baca juga: Kisah Diego Maradona yang Makan Daging Mentah Sebelum Lawan Real Madrid

Maradona tercatat memiliki dua anak perempuan dari pernikahan pertamanya.

Namun setelah bercerai, dia pun kemudian menjadi ayah untuk enam anak lagi, namun nama Gil tidak termasuk di dalamnya.

Sementara Gil adalah anak adopsi pernah diberitahu oleh ibu kandungnya pada dua tahun lalu, bahwa ada kemungkinan Diego Maradona adalah ayah biologisnya.

Dalam video yang diposting di Instagram miliknya, Gil mengatakan, mengetahui siapa ayah/ orangtua kandung menjadi "hak universal" bagi setiap orang.

Baca juga: Mimpi Maradona tentang Michael Jordan yang Tak Pernah Terwujud

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Magali Gil (@maguigil)

Setelah kematiannya pada 25 November, Maradona kemudian dimakamkan di pemakaman pribadi dekat Buenos Aires.

Pengadilan memutuskan pada 30 November agar tubuh Maradona tidak dikremasi, sampai semua tes forensik yang diperlukan rampung dilakukan.

Kantor berita Reuters menyebut, pengacara Maradona mengaku sampel DNA dari mantan pelatih tim nasional Argentina itu sudah ada. Sehingga, penggalian kubur tampaknya tidak diperlukan.

Baca juga: Si Kembar Mara dan Dona, Penghormatan untuk Maradona...

Maradona meninggalkan warisan finansial yang rumit dan sedang diperebutkan oleh anak-anaknya -baik yang diakui maupun yang masih mencari pengakuan melalui pengadilan.

Kematian Maradona menyebabkan kejutan besar -tidak hanya di negara asalnya Argentina, tetapi di seluruh dunia. Ratusan ribu penggemar berkumpul untuk memberikan penghormatan bagi jenazahnya.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X