Kompas.com - 22/12/2020, 16:13 WIB
Ilustrasi olahraga jacoblundIlustrasi olahraga

KOMPAS.com – Rutin berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Namun olahraga tidak bisa dilakukan secara asal. 
 
Saat hendak melakukan sejumlah latihan, pastikan sesuai dengan kapasitas diri. Berolahraga terlalu keras atau berlebihan dapat memicu terjadinya sindrom overtraining

Sindrom overtraining membuat olahraga malah berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa tandanya antara lain tubuh terasa lemas, tidak berenergi, rasa pegal dan nyeri, serta mudah marah dan tersinggung. 

Menurut dr Andhika Raspati, SpKO, berlebihan atau tidaknya olahraga yang dilakukan tergantung dari individu masing-masing. Salah satunya berdasarkan tingkat kebugaran. 

Semakin seseorang bugar dan terlatih melakukan olahraga, maka dirinya mempunyai kapasitas lebih tinggi untuk menerima beban latihan.  

Sebaliknya, orang-orang yang tidak bugar atau tidak terbiasa berlatih, maka memiliki kapasitas yang lebih rendah untuk menerima beban latihan. 

Baca juga: Waspadai, Overtraining saat Olahraga...
 
Oleh karenanya, sebelum mulai melakukan latihan tertentu, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenali diri sendiri. 

Andhika mengatakan, ada dua aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, memastikan tubuh dalam keadaaan sehat. 

“Jangan-jangan punya kelainan jantung atau paru-paru yang tidak diketahui. Jadi pastikan dulu kita sehat,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/12/2020) kemarin.

Untuk memastikan tubuh dalam kondisi sehat, periksakan diri ke dokter. Setelah itu, aspek yang kedua adalah mengetahui tingkat kebugaran. 

Tingkat kebugaran akan menentukan jenis latihan khususnya bagi orang-orang yang baru ingin mulai melakukan orahraga. 

“Kalau orang baru mulai, tubuhnya enggak bugar. Jadi jangan yang berat dulu latihannya,” ungkap dokter spesialis kedokteran olahraga itu. 

Baca juga: Baru Mulai Olahraga Rutin Di Usia Dewasa, Apakah Terlambat?

Andhika menambahkan, untuk pemula, bisa mulai melakukan latihan yang ringan tanpa harus membebani tubuh.  

Dia menyarankan untuk membangun kebiasaan, lalu secara perlahan ditingkatkan, baik secara volume atau intensitas hingga mencapai rekomendasi.  

Menurut American College of Sports Medicine (ACSM), rekomendasi latihan fisik dengan intensitas sedang adalah 150 menit per minggu. Apabila intensitasnya berat menjadi 75 menit. 

“Ini bisa dibagi dalam 3-5 hari. Untuk orang-orang yang baru mulai, enggak usah buru-buru mencapai target ini, enggak apa-apa,” kata Andhika, 

“Paling penting adalah membiasakan diri dulu, cari olahraga yang bikin happy, bikin nyaman. Baru perlahan ditingkatkan volume dan intensitasnya sampai bisa mencapai rekomendasi,” tambahnya. 

Baca juga: Cermati, 7 Tanda Kamu Olahraga Berlebihan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X