BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Lactogrow

Seberapa Penting Laktosa untuk Anak?

Kompas.com - 23/12/2020, 12:33 WIB
Ilustrasi balita aktif. (iStock/monzenmachi) iStock/monzenmachiIlustrasi balita aktif. (iStock/monzenmachi)
|

KOMPAS.com - Masalah intoleransi laktosa pada anak kerap membuat para orangtua khawatir. Alhasil, pemberian makanan atau minuman yang mengandung zat tersebut pun dihindari. Padahal, laktosa merupakan salah satu jenis nutrien yang dibutuhkan tubuh.

Menurut penelitian Gertjan Schaafsma, pengajar di Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sosial di Universitas HAN di Belanda, yang dimuat International Dairy Journal 2008, laktosa merupakan gula alami golongan disakarida yang terdapat dalam air susu ibu (ASI), susu sapi beserta produk olahannya, seperti keju dan yoghurt.

Saat masuk ke usus halus, laktosa diubah oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa yang merupakan sumber energi tubuh.

Pada beberapa kasus, laktosa yang tidak terserap sempurna akan menimbulkan kembung dan diare. Inilah yang akhirnya disebut sebagai intoleransi laktosa dan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orangtua yang memiliki anak mengonsumsi susu pertumbuhan.

Namun, asupan laktosa sejatinya tetap diperlukan karena memiliki manfaat berikut ini.

Mengandung galaktosa

Galaktosa berperan penting pada pembentukan galaktolipid yang dibutuhkan terkait proses perkembangan otak dan sistem saraf pusat. Dengan kata lain, laktosa dapat membentuk kecerdasan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, galaktosa juga menjadi salah satu zat yang membuat sistem imunitas tubuh dapat bekerja dengan baik.

Memiliki efek prebiotik yang baik bagi sistem pencernaan

Laktosa memiliki fungsi prebiotik, yakni merangsang pertumbuhan bakteri baik yang berperan melindungi sistem pencernaan, khususnya usus dengan melawan sel organisme patogen.

Ada beberapa jenis laktobasilus yang terdapat dalam tubuh dengan fungsi berbeda. Salah satunya, Lactobacillus reuteri. Bakteri baik ini turut menjaga sistem kekebalan tubuh dan membantu mengurangi mikroba patogen di dalam usus.

Kemudian, ada Bifidobacterium lactis yang terdapat di usus halus dan usus besar. Perannya, mengolah limbah tubuh dan membantu penyerapan berbagai nutrisi penting.

Selanjutnya, Lactobacillus casei. Tugas bakteri baik ini membantu bakteri baik lainnya dalam mencerna makanan dan menyerap zat-zat penting yang diperlukan tubuh.

Ada pula L. rhamnosus yang selain membantu sistem pencernaan, bakteri baik ini juga punya manfaat kesehatan, yakni menurunkan risiko penyakit pencernaan dan saluran pernapasan.

Membentuk dan memperkuat tulang

Kehadiran laktosa turut membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Seperti diketahui, kedua nutrisi tersebut sangat diperlukan oleh anak usia pertumbuhan karena berfungsi membentuk sekaligus menguatkan tulang dan gigi.

Selain itu, kalsium juga diperlukan guna mendukung fungsi saraf dan otot, membantu pembekuan darah, dan mengaktifkan enzim yang dibutuhkan dalam mengubah nutrien menjadi energi.

Karenanya, asupan kalsium pada anak masa pertumbuhan perlu dipenuhi. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia satu hingga tiga tahun membutuhkan kalsium 650 miligram (mg) per hari. Untuk anak usia empat sampai enam tahun kebutuhannya naik menjadi 1.000 mg per hari.

Memperkecil risiko kegemukan

Seperti disebutkan di atas, terdapat tiga jenis gula yang masuk ke dalam golongan disakarida, yakni laktosa, sukrosa, dan maltosa. Namun, laktosa memiliki indeks glikemik lebih rendah sehingga kadar gula darah lebih terjaga.

Melihat begitu esensialnya peran laktosa bagi pertumbuhan anak, maka orangtua perlu mempertimbangkan kembali pemberian asupan tersebut.

Jika anak mengonsumsi susu pertumbuhan dan memiliki masalah intoleransi laktosa, ada baiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengganti ke produk bebas laktosa.

Dalam pemilihan susu pertumbuhan, orangtua perlu cermat mengecek label kemasan agar terhindari dari kesalahan memilih produk. Sebab, beberapa susu pertumbuhan memiliki kandungan gula tambahan, seperti sukrosa yang dapat menyebabkan karies gigi dan risiko obesitas.

Laktosa pada susu bisa ditemukan dalam Lactogrow, susu pertumbuhan kaya serat pangan yang diformulasi khusus untuk anak usia satu hingga tiga tahun ke atas. Sebagai informasi, Lactogrow kini mengandung nol gram sukrosa.

Untuk mendapatkan informasi seputar manfaat laktosa dan bahaya sukrosa, serta tips seputar tumbuh kembang anak, orangtua bisa mengunjungi laman growhappy.co.id/happyupdates.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.