Kompas.com - 23/12/2020, 17:34 WIB

Perbedaan pola asuh otoriter vs otoritatif dalam beberapa kasus meliputi:

1. Anak tidak mau tidur

Dalam pola asuh otoriter, orangtua mempunyai dua alat, yaitu reward (hadiah) dan punishment (hukuman).

"Jika kamu pergi tidur dan tidak mengganggu saya dan tetap di kamar, kamu boleh bermain iPad lebih lama," kata Schafer mencontohkan.

Sebaliknya, hukuman juga akan diberlakukan bagi orangtua otoriter jika anak tidak mau tidur.

"Kamu tidak boleh main games di akhir pekan ini, atau jika kamu terus berisik, saya akan memukulmu. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang berlawanan."

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Sebagai Pengganti Hukuman Anak

Dalam pendekatan otoritatif, orangtua sadar mereka tidak bisa membuat anak tertidur. Pemicunya tergantung usia anak.

Bagi anak yang usianya masih kecil, Schafer merekomendasikan penggunaan pagar khusus bayi untuk membantu anak lebih mudah tidur. Dengan dipasangnya pagar itu di waktu tidur dan orangtua tidak berinteraksi dengan anak, mereka akan bosan lalu tertidur.

2. Anak rewel saat makan

- Pendekatan pola asuh otoriter

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.