Kompas.com - 25/12/2020, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Mendengar kabar teman atau sahabat yang baru saja patah hati, tentu kamu tidak akan tinggal diam dan berusaha memberi dukungan kepadanya.

Akan tetapi, bentuk dukungan yang diberikan terkadang membuatnya justru semakin terpuruk.

Menurut pakar hubungan, Amy Chan, mengatakan sesuatu yang buruk soal mantan kekasih temanmu cenderung akan menyebabkanya susah untuk melangkah maju.

Adapun Chan juga merupakan penulis buku "Breakup Bootcamp: The Science of Rewiring Your Heart."

"Itu sangat tidak membantu dalam jangka panjang. Mungkin temanmu akan merasa baik untuk saat ini, tapi akan merugikan di kemudian hari," kata Chan kepada Insider.

Baca juga: Putus Cinta juga Pengaruhi Hubungan Pertemanan...

Oleh karena itu, Chan tidak menganjurkan kita untuk mendukung teman yang baru putus dengan berbicara hal buruk mengenai mantan kekasihnya.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mendukung temanmu yang baru putus, antara lain:

  • Membantunya mengalihkan pikiran

Menggali sesuatu tentang mantan kekasih temanmu bukanlah tindakan produktif.

Sebagai gantinya, Chan merekomendasikan untuk membantu temanmu dengan mengalihkan pikirannya dari putus cinta.

"Ketika seseorang mengalami putus cinta, mereka akan melakukan hal-hal yang sebenarnya sangat merugikan."

"Misalnya, mereka ingin mengisolasi diri atau berhenti makan," tutur dia.

Bantulah temanmu untuk maju jika dia terlihat kesulitan mengurus dirinya setelah putus.

Salah satu caranya adalah dengan menyarankannya untuk berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah agar ia tidak berdiam diri di dalam rumah.

Cara lain yang dapat dicoba yaitu berkomunikasi dengan teman-teman secara virtual, membicarakan hal-hal yang disukainya.

"Ketika orang yang sedang sedih memiliki keinginan untuk menghubungi mantannya atau melihat-lihat media sosial mantan, ia bisa mencari cara lain," kata Chan.

Baca juga: 4 Kiat Cepat Move On Setelah Putus Cinta

  • Menjadi pendengar yang baik saat teman curhat

Sulit memahami alasan temanmu berpisah dari kekasihnya. Tetapi, ketika berusaha membantu menenangkan dirinya, hindari menyampaikan kalimat seperti: "semuanya terjadi karena suatu alasan".

Chan mengatakan, hal itu malah bisa membuat seseorang yang merasa kehilangan menjadi semakin sedih.

Katakan kepada temanmu bahwa kamu siap untuk mendengarkan apa pun yang dia bicarakan.

"Saya kira yang dibutuhkannya adalah mengetahui bahwa dia tidak sendiri, kita aman, terlihat, dan tidak dihakimi," ujar Chan.

"Beri tahu temanmu untuk tidak mendengarkan semua pendapat dan saran dari orang lain, karena itu tidak membantunya untuk jangka panjang."

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Kembali Berkencan Setelah Putus Cinta?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.