Kompas.com - 25/12/2020, 09:28 WIB

KOMPAS.com - Tahun 2020 adalah tahun yang sulit bagi kita semua. Banyak rencana yang sudah disusun sejak tahun sebelumnya harus kandas alias gagal karena pandemi.

Namun, jangan berputus asa, karena masih ada harapan di tahun mendatang.

Saat ini adalah momen yang tepat untuk merancang resolusi atau tujuan hidup di tahun 2021.

Menurut Psikoterapis Dr Stephanie Sarkis, kita dapat mengurangi beban pikiran dengan menuliskan tujuan hidup kita ke dalam jurnal.

"Kita melalui banyak hal tahun ini, banyak krisis dan penting untuk memproses apa saja yang sudah kita lalui," kata Sarkis.

"Membuat jurnal membangun sebuah ketahanan, sehingga ketika kita melihat ke belakang, kita mungkin berkata 'ada hal sulit yang dihadapi, tapi saya bisa sampai di sini.'"

Satu studi yang dimuat dalam jurnal Psychophysiology menemukan, di saat seseorang yang punya kekhawatiran menuliskan isi pikirannya, maka kecemasan tersebut akan berkurang.

Studi ini menunjukkan bagaimana mengeluarkan kekhawatiran, dari pikiran ke sebuah tulisan, dapat membantu kita memproses peristiwa kehidupan.

"Saat kita fokus terlalu jauh ke depan, kita cenderung merasa cemas dan saat kita fokus pada masa lalu, kita cenderung merasa depresi," sebut Sarkis.

"Membuat jurnal akan membantu Anda tetap berada di masa kini."

Baca juga: Jangan Remehkan Manfaat Menulis Jurnal

Sebelum membuat jurnal, ketahuilah bahwa tidak ada cara yang benar-benar tepat untuk melakukannya.

Sarkis mengatakan, proses pembuatan jurnal membantu orang menyadari bahwa sesuatu yang "cukup baik" adalah hal yang lebih dari cukup.

Bahkan, bagi orang-orang yang menderita disleksia, keterbatasan fisik, atau tidak suka menulis, membuat jurnal menggunakan aplikasi di ponsel juga bisa membantu mengungkapkan isi pikirannya.

Cara itu, kata Sarkis, sama efektifnya dengan menulis.

Nah, inti dari menulis jurnal adalah bagaimana kita melihat apa yang terjadi di masa lalu.

Menurut Sarkis, itu sama dengan kita membaca cerita orang lain.

"Saat kita membaca buku tentang orang lain, kita lebih mampu membuat penilaian tentang apa yang seharusnya tidak mereka lakukan," katanya.

Baca juga: Menulis Jurnal Harian Sebagai Terapi Emosi

Bullet journal

Salah satu yang sedang menjadi tren saat ini adalah bullet journal, yaitu penulisan jurnal dengan menata pemikiran dan jadwal yang kita punya serta merefleksikannya sekaligus.

Ryder Carroll, direktur seni dan penemu bullet journal, mendeksripsikannya sebagai praktik kesadaran yang disamarkan sebagai sistem produktivitas.

Bullet journal berfungsi sebagai buku harian, perencana dan alat kesadaran.

"Saya menyediakan cara agar orang dapat cepat membagi pikiran mereka ke dalam tiga kategori berbeda. Hal yang harus Anda lakukan, hal yang tidak ingin Anda lupakan, dan hal yang Anda alami," tutur Carroll.

Masing-masing kategori, kata Carroll, diwakili sebuah simbol, sehingga memungkinkan kita untuk membuat catatan dan daftar dengan poin, sehingga pikiran dapat dituangkan dengan cepat dan jurnal terjaga agar tetap teratur.

Ungkapkan semuanya dengan jujur, dimulai dengan menetapkan niat.

"Hampir setiap bentuk ekspresi diri adalah pertunjukan. Jika Anda bernyanyi atau menggambar, biasanya itu ditujukan bagi orang lain, tapi jurnal tidak demikian," katanya.

"Buat agar jurnal tetap sederhana dan jujur."

Bullet journal bisa dipakai untuk melacak kesuburan, mengelola tugas sekolah atau jadwal yang padat.

"Anda dapat melihat apa yang berhasil, apa yang tidak, bagaimana perasaan Anda dan apa langkah selanjutnya," lanjut Carroll.

Kim Alvarez membuat beberapa jurnal yang terinspirasi dari Carroll, dan jurnal yang diunggahnya ke akun Instagram @tinyrayofsunshine.

Menurutnya, menulis jurnal dapat membantu mengeluarkan pikiran dan perasaan terdalamnya.

"Ada banyak hal yang saya pikirkan, tetapi begitu saya menuliskannya, saya dapat melihat apa yang perlu dilakukan," kata Alvarez.

Baca juga: Jangan Asal Bikin Resolusi Tahun Baru

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kim • Tiny Ray of Sunshine ?? (@tinyrayofsunshine)

Alvarez menyarankan untuk mulai dengan satu halaman dan mencari petunjuk jika pikiran kita buntu.

"Anda bisa membuat daftar, menggambar, kolase, tidak harus terlihat bagus, bisa sesuka Anda," katanya.

Ia menambahkan, menulis jurnal adalah bagaimana kita melepaskan semua pikiran dan emosi, tanpa menyaringnya.

Terutama di di masa yang berat, menulis jurnal menjadi cara yang baik untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri dan menjaga kesehatan mental.

Baca juga: Bagaimana agar Resolusi Tahun Baru Terwujud?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Today
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.