Kompas.com - 27/12/2020, 18:42 WIB
Ilustrasi lecet shutterstockIlustrasi lecet
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Ada kemungkinan kita pernah merasakan kulit lecet atau melepuh. Kulit melepuh yang berisi air atau nanah biasanya akan perih jika kita tidak sengaja menyentuhnya.

Kulit melepuh adalah kondisi luka di mana timbul gelembung berbentuk lingkaran berisi cairan air, nanah, atau darah di tubuh.

Lepuh bisa disebabkan kulit yang menyentuh permukaan panas seperti knalpot sepeda motor, atau tangan tidak sengaja memegang bagian bawah setrika.

Lepuh atau lecet bisa juga muncul karena gesekan yang berulang, seperti ketika memakai sepatu yang kurang pas ukurannya.

Akibatnya, lepuh pada kulit membuat kita tidak nyaman saat beraktivitas. Memakai sepatu bisa menjadi mimpi buruk jika kakimu mengalami lecet.

Baca juga: Tips Pakai Sepatu Baru Tanpa Sakit dan Lecet

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada dasarnya lecet dapat dicegah. Menurut spesialis kaki Georgeanne Botek, DPM, ada lima langkah yang mudah dilakukan.

1. Menjaga kulit kaki tetap kering

"Jika Anda cenderung memiliki kaki yang berkeringat, Anda lebih rentan mengalami lecet," kata Botek.

2. Memakai sepatu dengan kaus kaki

Kaus kaki dapat membantu mencegah lepuh. Sebaiknya, kenakan kaus kaki yang menghilangkan kelembapan dari kulit, terutama untuk aktivitas yang cenderung membuat tubuh berkeringat.

3. Gunakan bahan pengering

Gunakan bahan seperti aluminium klorida atau bedak talk pada kaki sebelum berolahraga. Atau, oleskan bahan pengering di pagi hari yang dapat membantu mencegah kaki berkeringat, saran Botek.

4. Longgarkan sepatu sebelum dipakai dalam waktu lama

Longgarkan sepatu dengan cara memakainya lebih dulu sebelum sepatu dipakai untuk berlari, melompat, atau aktivitas olahraga lainnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi sepatu hak tinggi atau sepatu bot.

Pastikan kita sudah memakainya lebih dulu agar sepatu lebih longgar dan bisa dikenakan dalam waktu lama.

Jika sepatu menggesek bagian kaki, letakkan petroleum jelly atau perban dengan perekat di tempat terjadinya gesekan.

5. Kenakan sarung tangan

Sarung tangan dibutuhkan jika kita melakukan aktivitas seperti menyapu atau mengangkat beban berat.

"Biasakan mencuci tangan dan gunakan handuk untuk memastikan tangan kering, yang akan membantu Anda mencegah lecet," ucap Botek.

"Bermain video game atau melakukan gerakan berulang lainnya dalam waktu lama juga dapat menyebabkan lepuh, waspadalah terhadap munculnya kemerahan, keringat dan nyeri."

Baca juga: Lecet Pakai Sepatu Baru? Jangan Atasi dengan Plester

Di samping tindakan pencegahan, Botek juga menjabarkan bagaimana cara mengobati lepuh pada kulit.

1. Lepuh jangan dipecahkan

Jika tidak terasa sakit, lepuh jangan dipecahkan. Kita dapat mengatasi sebagian besar lepuh yang terjadi karena gesekan atau luka bakar ringan.

Biasanya, kulit baru akan terbentuk di bawah kulit, dan cairan bening yang kita lihat terserap kembali ke dalam kulit.

"Ada berbagai jenis lepuh, tetapi jenis paling umum adalah lepuh steril yang berisi plasma atau serum," tutur Botek.

"Selama tidak terasa sakit, jangan memecahkan lepuh."

Apabila terasa sakit, barulah kita dapat memecahkan lepuh dari bagian ujung dan membiarkan lapisan luarnya tetap utuh, seperti yang disarankan Botek.

Baca juga: Memecahkan Kulit Melepuh Berisi Cairan, Bolehkah?

2. Lepuh harus tetap steril

Gunakan jarum jahit atau ujung pisau yang steril saat akan memecahkan lepuh. Sterilkan jarum atau pisau dengan yodium, pembersih kulit antiseptik atau alkohol.

Cara lain adalah memanaskan ujung jarum atau pisau. Semua itu bertujuan untuk membunuh kuman. Kulit juga harus dibersihkan, kata Botek.

Setelah memecahkan lepuh, area tersebut juga wajib steril untuk mencegah infeksi.

Botek menambahkan, salep topikal seperti yodium atau produk antibiotik topikal yang dijual bebas bisa menjaga lepuh tetap bersih selama proses penyembuhan.

Kemudian, tutup area yang lepuh dengan perban. Ganti perban setiap hari, sehingga area itu terlindungi dan steril.

Baca juga: Cara Mengobati Kulit Melepuh Akibat Terbakar Sinar Matahari

3. Hindari infeksi

Cairan berwarna putih atau kuning susu merupakan tanda infeksi pada lepuhan.

"Anda tidak perlu antibiotik oral. Tapi, Anda harus lebih rajin merawat luka dan sering memerhatikannya jika memang membutuhkan perawatan medis," sebut Botek.

Jika kita mengalami kemerahan, atau ketidaknyamanan karena lepuh, itu menandakan kita harus pergi ke dokter untuk menangani infeksi.

Bagi penderita diabetes melitus, Botek mengingatkan bahwa lepuh dapat menyebabkan luka lebih serius jika kita memiliki risiko seperti kehilangan indera perasa, sirkulasi yang buruk, atau glukosa darah tidak terkontrol.

Baca juga: Cara Mengatasi Luka Lecet Mengganggu pada Kaki

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.