Kompas.com - 28/12/2020, 18:32 WIB

KOMPAS.com -  Pandemi memaksa banyak orang untuk tetap tinggal di rumah dan melakukan berbagai hal dari rumah. Tak sedikit yang menata ulang rumahnya agar menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas.  Hal tersebut memengaruhi tren desain interior.

Pantone Color Institute mengungkapkan, warna kuning cerah dan abu-abu akan menjadi tren di tahun mendatang. Kedua warna tersebut dianggap dapat memberikan 'dasar yang kokoh'.

"Kedua warna ini praktis dan kokoh. Namun di sisi lain juga merupakan warna yang melambangkan kehangatan dan optimisme."

Demikian yang diungkap Leatrice Eiseman, direktur eksekutif Pantone Color Institute kepada South China Morning Post.

Dirinya menambahkan, kuning dan abu-abu merupakan kombinasi warna yang memberi ketahanan serta harapan.

Baca juga: Ketahui, 9 Warna yang Melambangkan Keberuntungan di Tahun 2021

Pemilihan tersebut cocok apabila disandingkan dengan situasi yang terjadi di tahun 2020. Banyak orang yang berusaha bertahan di tengah kondisi pandemi yang sulit.

Selain itu, tak sedikit yang berharap tahun 2021 akan menjadi lebih baik.

Kendati demikian, kombinasi warna kuning dan abu-abu untuk desain interior rumah benar-benar harus diperhatikan. Berikut ulasannya menurut para ahli.

1. Pembatasan warna

John McLennan, dari toko perabotan rumah tangga Indigo Living mengungkapkan, sebagian besar warna abu-abu biasanya digunakan dalam desain interior yang lembut.

Sedangkan warna kuning biasanya rumit untuk ditata di dalam ruangan. Namun tetap ada trik guna menyiasati hal ini.

"Saya pikir kombinasi warna kuning dan abu-abu bisa diubah menjadi suatu keajaiban. Tapi siapa pun yang mengikuti tren ini, perlu membatasi warna kuning," kata McLennan.

Menurut dia, sebaiknya warna kuning dimainkan sebagai aksen pada satu bagian. Misalnya, pada bantal atau potongan keramik yang unik.

Padu padan warna abu-abu dan putih Hara House karya Dendy Darmanwww.arsitag.com Padu padan warna abu-abu dan putih Hara House karya Dendy Darman

2. Pilih warna primer

Amelia Koo, desainer interior utama di Hmlet memiliki pendapatnya sendiri. Baginya, beberapa aksen cerah dengan warna kuning akan mencerahkan suasana hati.

Hal ini sangat berguna, terutama bagi mereka yang masih bekerja dari rumah dan membutuhkan perubahan suasana.

Apabila ingin menggunakan warna kuning, cobalah mempertahankan satu warna primer pada palet hitam, putih, dan abu-abu.

"Covid-19 membuat desain interior dipandang dengan cara berbeda. Konsumen lebih fokus pada fungsi ruang daripada sekadar estetika,” ujar Koo.

Baca juga: Desain Interior Pengaruhi Perilaku Seseorang

3. Perabot multifungsi

Banyak orang yang kini menganut gaya hidup minimalis. Mereka juga ingin menciptakan kantor di rumah.

Oleh karenanya, carilah sudut di dalam rumah yang dapat menampung meja kecil untuk bekerja. Atau bisa juga menjadikan satu ruangan memiliki dua fungsi.

 Menurut Koo, adanya keinginan ini menjadikan perabot rumah tangga dengan banyak ruang penyimpanan menjadi solusi yang populer.

Pilihlah perabotan yang berbahan kulit atau memiliki sentuhan akhir metalik. Jenis perabotan ini dapat memberikan kesan mewah dan berkelas walau minimalis.

Ilustrasi ruang kantor di rumah ergonomis.inc.com Ilustrasi ruang kantor di rumah ergonomis.

4. Perabotan kayu

Selain perabotan multifungsi, Koo juga memperkirakan kayu akan tetap menjadi tren. Perabotan dari kayu jati, elm, dan oak dapat menjadi pilihan.

Koo melihat, setelah satu tahun menghadapi pandemi, perabotan dari bahan seperti rotan telah menjadi tren. Sebab perabotan tersebut membangkitkan kenangan masa kecil.

Baca juga: Merawat Furnitur Kayu agar Tetap Mengilap

5. Bilik kerja

Keith Chan Shing-hin dari perusahaan desain hunian dan furnitur Hintegro, berpikir akan ada lebih banyak renovasi rumah pada tahun 2021.

Alasannya karena orang menyesuaikan penataan tempat tinggal dengan suasana baru. Dia yakin pengalaman bekerja dari rumah memberikan perubahan.

Chan menyarankan untuk membuat bilik kerja. Sediakan ruang yang cukup guna menaruh meja, kursi, dan laptop. Cat dinding di belakang bilik kerja dengan warna putih. 

"Warna putih dibutuhkan mengingat saat ini banyak panggilan Zoom dalam lingkungan profesional," kata Chan.

6. Kebutuhan psikologis

Tak hanya itu, kebutuhan psikologis juga harus diperhatikan. Tinggal di rumah selama 24 jam tak bisa dipungkiri bisa menyebabkan stres.

Chan memberi saran untuk mengecat dinding warna hijau di area balkon. Cara ini mendorong seseorang untuk istirahat dan keluar sebentar dari rutinitas.

Bisa juga memanfaatkan tanaman dalam pot yang memperbaiki lingkungan dalam ruangan.

Baca juga: Lihat, 9 Tanaman Indoor Terbaik di Tahun 2020

7. Kebersihan

Masalah kebersihan juga menjadi fokus desain interior untuk tahun depan. Banyak permintaan untuk perabotan yang dilapisi dengan permukaan antimikroba seperti meja dapur kuarsa dan laminasi plastik Formica.

Ada juga yang meminta gagang pintu dan gagang kabinet dari tembaga. Sebab studi ilmiah menunjukkan embaga dapat membunuh virus corona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.