Kompas.com - 29/12/2020, 21:32 WIB
Pierre Cardin di atas runway 080 Barcelona Fashion di Barcelona, Spanyol, (28/01/2012). SHUTTERSTOCK/CATWALKERPierre Cardin di atas runway 080 Barcelona Fashion di Barcelona, Spanyol, (28/01/2012).

KOMPAS.com - Perancang busana Perancis, Pierre Cardin, meninggal dunia di usia 98 tahun pada Selasa (29/12/2020).

Berita duka disampaikan oleh Akademi Seni Rupa Perancis melalui sebuah pernyataan resmi.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi seluruh keluarga kami, Pierre Cardin sudah tiada."

"Kami semua bangga dengan ambisinya yang teguh dan keberanian yang dia tunjukkan sepanjang hidupnya," demikian isi pernyataan tersebut.

Kepada kantor berita Agence France-Presse, pihak keluarga menyatakan Cardin meninggal di suatu rumah sakit di Neuilly, bagian barat Paris pada hari Selasa.

Adapun Cardin mengawali karier sebagai penjahit ketika usianya 14 tahun. Kemudian di usia 23 tahun, dia pindah ke Paris.

Di ibu kota Perancis itu, Cardin belajar arsitektur dan bekerja dengan rumah mode Paquin. Dirinya juga bekerja dengan desainer Italia, Elsa Schiaparelli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 1946, Cardin bertemu dengan sutradara film Jean Cocteau dan membantunya merancang kostum untuk film "La Belle et La Bete”.

Di tahun yang sama, desainer kelahiran Italia itu pindah kerja ke Christian Dior.

Di sana, Cardin bekerja sebagai pemotong pola untuk koleksi "New Look" yang feminin pasca-Perang Dunia II.

Koleksi wanita pertamanya diluncurkan pada 1953.

Satu tahun setelahnya, Cardin mendirikan butik pertama yang khusus untuk pakaian wanit. Butik yang diberi nama Eve itu meluncurkan koleksi bubble dress.

Koleksi itu menjadi tren di seluruh dunia. Hal inilah yang membuat koleksi Cardin memikat perhatian banyak orang.

Tokoh terkenal seperti Eva Peron, Rita Hayworth, Elizabeth Taylor, Brigitte Bardot, Jeanne Moreau, Mia Farrow, hingga Jacqueline Kennedy mengenakan koleksi tersebut.

Dia juga membuat setelan ikonik tanpa kerah untuk The Beatles, serta membantu mendandani klien seperti Gregory Peck, Rex Harrison dan Mick Jagger.

"Sebelum saya, tidak ada desainer yang membuat pakaian untuk pria, hanya penjahit yang melakukannya," kata Cardin dalam wawancara tahun 2009 yang diposting oleh Agence France-Presse, seperti dilansir CNBC.

“Saat ini citra perancang busana lebih tertuju pada laki-laki daripada perempuan, benar atau salah. Jadi saya benar 40, 50 tahun yang lalu. ”

Selama lebih dari tujuh dekade berkarier di dunia mode, Cardin dikenal dengan ciri khas busana yang memiliki bentuk desain geometris.

Dirinya juga merupakan salah satu orang pertama yang menghadirkan mode kelas atas ke khayalak dan menjual koleksinya di department store sejak akhir 1950-an.

Pada 1970-an, ia menjadi pelopor dalam pencitraan merek (branding), menempatkan namanya di hampir semua hal, termasuk mobil, parfum, pena, rokok, bahkan sarden.

Hal itu membuatnya dijuluki sebagai "branding visionary" oleh The New York Times.

Dalam sebuah artikel pada 2002, The New York Times menyebutkan ada sekitar 800 produk yang menyandang namanya dijual di lebih dari 140 negara.

Meski di akhir usianya sudah tidak lagi mempresentasikan koleksinya di panggung mode, Cardin tetap aktif di industri tersebut, kerap menghadiri pesta dan acara mode, serta membimbing sejumlah desainer muda.

Cardin juga sebelumnya menjadi mentor bagi desainer ternama  Jean Paul Gaultier.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.