Kompas.com - 31/12/2020, 06:30 WIB
Mendiang Putri Diana saat merayakan ulangtahun terakhirnya di usia 36 tahun. TANGKAP LAYAR HARPERS BAZAARMendiang Putri Diana saat merayakan ulangtahun terakhirnya di usia 36 tahun.

KOMPAS.com - Dalam sebuah episode The Crown musim keempat di Neflix, terungkap tentang perjuangan Putri Diana melawan bulimia.

Bulimia adalah sebuah gangguan makan yang diikuti dengan muntah yang disengaja.

Setelah episode itu tayang, diskusi tentang bulimia kembali bermunculan.

Direktur pendiri University of North Carolina Center of Exellence for Eating Disorder, Cynthia Bulik, memuji penggambaran kondisi bulimia tersebut karena telah dilakukan secara akurat oleh The Crown.

"Ini nyata dan saya tidak setuju dengan orang yang memiliki gangguan ini namun tidak menunjukannya, karena seolah-olah ada sesuatu yang terlalu memalukan tentangnya."

"Semakin jujur kita tentang betapa mengerikannya gangguan ini, maka semakin baik untuk menghilangkan stigma yang beredar," ungkap Bulik kepada Today.

Untuk memahami sedikit lebih jauh soal bulimia, berikut enam fakta yang perlu Anda ketahui:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Dapat mengancam nyawa
Asosiasi Gangguan Makan Nasional AS (NEDA) mengingatkan, bulimia nervosa adalah gangguan makan yang berpotensi mengancam nyawa.

Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh sistem pencernaan, menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan kimiawi, serta memengaruhi jantung dan fungsi organ utama lainnya.

Remaja perempuan dan perempuan berusia awal 20 tahunan disebut yang paling berisiko.

Bulimia ditandai dengan siklus makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, kemudian penderitanya mencoba untuk mencegah penambahan berat badan melalui muntah, obat pencahar, puasa atau olahraga ekstrem.

"Saya menderita bulimia selama beberapa tahun. Dan itu seperti penyakit rahasia," kata Diana kepada wartawan Martin Bashir pada 1995.

"Anda menimpakannya pada diri Anda sendiri karena harga diri Anda sedang surut dan Anda tidak berpikir diri Anda layak atau berharga."

"Anda mengisi perut Anda empat atau lima kali sehari, beberapa orang melakukannya lebih banyak, dan itu memberi Anda perasaan nyaman."

Bulimia dapat diobati, tetapi gejalanya sering muncul kembali tanpa peringatan.

Menurut Asosiasi Nasional Anorexia Nervosa and Associated Disorders AS (ANAD), hanya 1 dari 10 orang penderita gangguan makan yang mencari pengobatan.

Demi mendapatkan kesempatan terbaik dalam pemulihan, kenali tanda peringatannya bulimia yang terjadi pada Anda.

Misalnya, jika depresi adalah pemicunya, lakukan perawatan kesehatan mental secara teratur.

Mencari pengobatan dapat membantu mencegah kambuhnya bulimia.

Baca juga: Suka Memuntahkan Makanan, Waspadai Bulimia

2. Dipengaruhi genetik
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang bulimia adalah banyak orang menganggap kondisi ini adalah pilihan.

Para ahli meyakini, bulimia dipicu oleh faktor biologi dan peristiwa kehidupan seseorang.

Menurut Bulik, gangguan tersebut adalah penyakit yang dipengaruhi secara genetik, bukan sesuatu yang terkait dengan kesombongan atau keinginan untuk tampil dengan cara tertentu.

Dia memimpin konsorsium internasional tentang genetika gangguan makan dan mencari peserta untuk studi terbesar di dunia tentang subjek tersebut.

"Orang terkadang berkata, 'Baiklah, mengapa Anda tidak berhenti saja (dari bulimia)?' Dari sudut pandang saya, itu seperti memberi tahu seseorang yang menderita asma, 'Baiklah, mengapa Anda tidak bernapas saja?'” katanya.

Namun, laman Healthline menulis bahwa belum jelas apakah bulimia lebih disebabkan karena faktor genetik atau lingkungan rumah.

Baca juga: 9 Hal Yang Harus Kamu Ketahui tentang Gangguan Makan

3. Penderitanya punya berat badan normal
Ini bisa menjadi penyakit tersembunyi karena tidak seperti anoreksia nervosa, yang menyebabkan penurunan berat badan, penderita bulimia sering kali berada dalam kisaran berat badan yang sehat saat mereka sakit.

Sebabnya, anoreksia menyebabkan kalori defisit yang besar sehingga berat badan penderitanya turun secara ekstrem.

Sementara orang dengan bulimia bisa mengalami episode anoreksia, namun mereka cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori secara keseluruhan.

Baca juga: Anak Tak Mau Makan karena Takut Gemuk? Waspadai Gejala Anoreksia

4. Pria juga mengalami bulimia
Meskipun wanita cenderung lebih rentan terhadap gangguan makan, terutama bulimia, gangguan ini tidak spesifik terhadap satu gender saja.

Menurut ANAD, hingga 15 persen orang yang dirawat karena bulimia dan anoreksia adalah pria.

Pria sering kali cenderung tidak menunjukkan gejala yang nyata atau mencari perawatan yang tepat.

Kondisi tersebut dapat membuat mereka berisiko mengalami masalah kesehatan.

Baca juga: 6 Pertanyaan Ini Bisa Ungkap Adanya Gangguan Makan

5. Menghambat kesehatan reproduksi
Wanita dengan bulimia sering mengalami menstruasi yang terlewat.

Bulimia dapat memiliki efek yang bertahan lama pada reproduksi, bahkan ketika siklus menstruasi Anda kembali normal.

Bahayanya bahkan lebih besar lagi bagi wanita yang hamil selama episode bulimia "aktif". Konsekuensinya dapat mencakup:

  • Keguguran.
  • Bayi lahir mati.
  • Diabetes gestasional.
  • Tekanan darah tinggi selama kehamilan.
  • Bayi sungsang dan kelahiran sesar berikutnya, serta
  • Cacat lahir.

Baca juga: Hari Perempuan Sedunia, Sadar Kesehatan Reproduksi dan Hak Perempuan

6. Memicu kondisi kesehatan serius
Gangguan makan bisa memberikan dampak lebih dari sekadar penurunan berat badan yang tidak sehat.

Setiap sistem dalam tubuh kita bergantung pada nutrisi dan pola makan sehat untuk berfungsi dengan optimal.

Ketika metabolisme alami terganggu akibat bulimia, sistem tubuh dapat terganggu secara serius.

Bulimia juga bisa menyebabkan:

  • Anemia.
  • Tekanan darah rendah dan denyut jantung tidak teratur.
  • Kulit kering.
  • Maag.
  • Penurunan level elektrolit dan dehidrasi.
  • Varises esofagus (kerongkongan) karena muntah berlebih.
  • Masalah gastrointestinal.
  • Haid tidak teratur, hingga
  • Gagal ginjal.

Bulimia dapat mengganggu pemeliharaan berat badan yang sehat dan jika dibiarkan tidak tertangani dapat mengancam nyawa.

Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami bulimia, carilah bantuan medis untuk menanganinya dan mencegah masalah yang lebih serius.

Baca juga: Sembuhkan Gangguan Makan, Demi Lovato Kecanduan Olahraga

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X