Kesepian Dapat Melemahkan Kekebalan Tubuh, Begini Cara Mengatasinya

Kompas.com - 31/12/2020, 11:53 WIB
Ilustrasi kesepian sevendemanIlustrasi kesepian
|
Editor Wisnubrata

"Sedangkan kesepian adalah perasaan tertekan subjektif karena sendirian atau terpisah," lanjut dia.

Penelitian telah menemukan, bahwa persepsi kita tentang kesepian bukan ukuran objektif dari interaksi sosial yang memengaruhi kesehatan.

Misalnya, sebuah studi tahun 2017 memperlihatkan orang yang merasa kesepian memiliki gejala pilek lebih banyak daripada orang yang tidak merasa kesepian.

Jadi, selama isolasi sosial, penting untuk melakukan apa yang bisa mengurangi perasaan kesepian, bahkan saat kita terjebak di rumah.

Memiliki akses ke teknologi sederhana seperti radio, televisi, atau tablet sebenarnya dapat menurunkan perasaan kesepian.

Sebuah studi tahun 2016 terhadap 591 orang dewasa yang lebih tua menemukan, bahwa penggunaan teknologi sosial, termasuk Skype dan Facebook mampu mengurangi perasaan kesepian.

Sementara bagi anak muda, media sosial memiliki hubungan yang lebih rumit dengan rasa kesepian.

Studi tahun 2018 terhadap 143 mahasiswa menunjukkan, peserta yang membatasi media sosial hingga 30 menit sehari mengalami lebih sedikit kesepian dibandingkan mereka yang menggunakan media sosial tanpa batas.

Mandal mengungkapkan, selama menerapkan social distancing, teknologi yang paling efektif digunakan untuk berinteraksi adalah video call atau melakukan aktivitas secara virtual.

Berbicara melalui obrolan video, berolahraga bersama secara virtual, atau berpartisipasi dalam klub buku virtual kemungkinan akan lebih membantu memerangi kesepian daripada sekadar memposting atau menggulir di media sosial.

Baca juga: Lakukan Hal-hal Kecil Ini Jika Merasa Kesepian di Akhir Tahun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X