Efektifkah Swab Antigen Sebelum Kumpul-kumpul Cegah Covid-19?

Kompas.com - 05/01/2021, 19:02 WIB
Calon penumpang pesawat mengikuti tes cepat antigen di area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura II mulai memberlakukan tes cepat antigen bagi para penumpang pesawat berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan sebagai syarat penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai Selasa ini. ANTARA FOTO/FAUZANCalon penumpang pesawat mengikuti tes cepat antigen di area Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (22/12/2020). PT Angkasa Pura II mulai memberlakukan tes cepat antigen bagi para penumpang pesawat berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan sebagai syarat penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai Selasa ini.

KOMPAS.com - Tes usap (swab) antigen merupakan salah satu cara deteksi dini Covid-19. Pada masa liburan Natal dan Tahun baru, hasil pemeriksaan swab antigen dijadikan syarat wajib untuk melakukan perjalanan ke luar kota.

Di sisi lain, ada pula orang-orang yang sengaja melakukan swab antigen sebelum berkumpul dengan teman atau kerabatnya.

Namun, apakah melakukan swab antigen sebelum kumpul-kumpul efektif mencegah penularan Covid-19?

Menurut dr Cahyarini Dwiatmo, SpMK (K), swab antigen paling baik dilakukan pada tujuh hari pertama setelah onset atau munculnya gejala.

Hasil pemeriksaan positif swab antigen dipengaruhi oleh banyaknya jumlah virus dalam tubuh. Apabila kadar virusnya sedikit, maka bisa jadi hasilnya negatif.

"Jika swab antigen dilakukan sebelum gejala muncul atau setelah hari ketujuh gejala muncul, hasilnya pun bisa negatif," ujar Cahyarini kepada Kompas.com, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: Penumpang Pesawat Diimbau Lakukan Rapid Test Antigen H-1 Penerbangan

Ahli mikrobiologi klinis yang juga Ketua Komite Pusat Pengendalian Infeksi (PPI) RSUP Persahabatan itu menegaskan, hasil negatif swab antigen tidak bisa dijadikan alasan untuk kumpul-kumpul.

"Sangat tidak bijak bila mengandalkan hasil tes swab antigen yang negatif untuk berkumpul dengan kerabat atau keluarga," katanya.

Cahyarini mengingatkan, langkah terbaik yang harus dilakukan masyarakat adalah tetap menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Lalu jika sakit, periksakan diri ke dokter dan isolasi mandiri," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X