Kompas.com - 06/01/2021, 11:36 WIB
Bocah bermain di Taman Lalu Lintas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kebon Pala Berseri, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (22/2/108). Taman lalu lintas pertama di Jakarta Timur ini diharpakan menjadi media edukasi sejak dini khusunya bagi anak-anak mengenai tertib berlalu lintas di jalan. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOBocah bermain di Taman Lalu Lintas Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kebon Pala Berseri, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (22/2/108). Taman lalu lintas pertama di Jakarta Timur ini diharpakan menjadi media edukasi sejak dini khusunya bagi anak-anak mengenai tertib berlalu lintas di jalan.

KOMPAS.com - Keselamatan anak merupakan hal utama sehingga sebagai orangtua kita wajib membekali anak kemampuan untuk melindungi dirinya.

Jika membicarakan tentang orang asing, agaknya sulit mengetahui kapan anak harus waspada atau percaya dengan orang yang belum dikenalnya.

Namun, menurut dokter anak Richard So, MD, mengajak anak berdiskusi seputar bahaya orang asing merupakan keharusan, terlepas dari berapa pun usia anak.

Tidak ada salahnya menekankan pentingnya menjauhi orang yang dapat membahayakan anak. So menyarankan para orangtua untuk mengajarkan anak empat hal, yakni:

1. Kenalkan bahaya orang asing sejak dini

Mengajarkan bahaya orang asing adalah bagian penting dari perkembangan anak.

"Setelah anak mulai sekolah, ajari dia tentang orang asing. Beri tahu anak bahwa orang dewasa tidak membutuhkan bantuan anak-anak untuk menemukan sesuatu," tutur So.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang ini, orang asing menawarkan sesuatu selain permen untuk memikat anak. Jangan mengambil hadiah dari orang yang tidak dikenal," sambung dia.

Baca juga: Hindari Mengucapkan 3 Kalimat Ini kepada Anak Laki-laki

2. Menggambarkan sosok "orang asing"

Pastikan anak tahu bahwa orang asing adalah siapa saja yang tidak dia kenal, meskipun orang tersebut tampak ramah.

"Saat mengajak anak ke sebuah acara cobalah untuk tidak memaksa anak memeluk atau melakukan tos kepada seseorang yang belum dia sukai," ujar So.

"Hal itu adalah mekanisme pertahanan alami anak. Katakan kepada kenalan atau kerabat kita bahwa anak sedang belajar mengenai bahaya orang asing."

Beri tahu anak jika ayah atau ibunya mengatakan seseorang aman maka ia dapat memeluk orang itu. Tetapi, anak tidak harus memeluk siapa saja yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Baca juga: Peran Orangtua dalam Mengembangkan Bakat Anak

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X