Kompas.com - 06/01/2021, 11:38 WIB
Ilustrasi anak sembelit. SHUTTERSTOCKIlustrasi anak sembelit.

KOMPAS.com - Setiap orang pasti pernah mengalami sembelit. Sembelit bisa terjadi ketika menginjak usia dewasa, atau saat masih anak-anak.

Sembelit pada bayi atau anak merupakan masalah umum. Demikian dikatakan ahli gastroenterologi anak Mohammed Nasser Kabbany, MD.

Tapi, Kabbany menambahkan, gejala sembelit pada anak sulit dikenali. "Sekitar 1:20 kunjungan dokter anak berkaitan dengan sembelit," kata dia.

Baca juga: Berapa Lama Sembelit Bisa Ditoleransi?

"Sembelit kerap dimulai saat anak jauh dari rumah, dan takut menggunakan kamar mandi," kata dia.

Meski sulit, gejala sembelit pada anak bisa dilihat dari perilakunya, seperti:

- Wajah anak yang memerah saat mengejan untuk buang air besar.

- Noda kecil di popok atau celana dalam anak. Tanda ini kemungkinan karena feses tidak keluar dengan baik.

- Kurang nafsu makan dan sakit perut.

- Mengompol.

- Infeksi saluran kemih.

- Terlalu lama di kamar mandi.

Selanjutnya, demi mencegah sembelit pada anak, Kabbany membagikan tipsnya di bawah ini.

1. Atur rutinitas kamar mandi

Jika anak dilatih untuk menggunakan toilet, bantu ia mengatur rutinitas kamar mandi sehingga dapat memakai toilet secara teratur.

Rutinitas yang sudah ditetapkan akan memberi sinyal pada tubuh anak untuk pergi ke kamar mandi.

Usahakan anak makan di waktu yang sama setiap hari agar tubuhnya mendapatkan dorongan internal setelah makan.

Baca juga: Wajib Tahu, Pilihan Susu dan Kaitannya dengan Sembelit pada Anak

2. Beri anak air putih dan susu

Air sangat penting bagi tubuh untuk bekerja dengan baik dan buang air besar. Selain konsumsi makanan yang seimbang, pastikan anak juga minum banyak air.

"Terkadang anak-anak menolak minum air putih," kata Kabbany.

"Buatlah menyenangkan dengan cangkir dan sedotan khusus, atau berikan lemon atau bahkan irisan mentimun. Ini dapat membantunya minum lebih banyak air."

Asupan susu sebaiknya tidak dihentikan, sebab menghilangkannya dari menu makan anak bukanlah solusi untuk masalah ini.

Hal itu tidak meredakan sembelit, dan anak justru kehilangan asupan kalsium hariannya.

3. Tambahkan serat ke dalam makanan anak

Makanan berserat baik untuk kesehatan anak, namun orangtua seringkali tidak mengetahui berapa jumlah asupan serat yang dibutuhkan anak.

Anak yang berusia dua tahun butuh tujuh gram serat. Sementara, orang dewasa membutuhkan sekitar 19-38 gram serat per hari, tergantung usia dan jenis kelamin.

"Makanan berserat tidak harus membosankan," sebut Kabbany.

"Berikan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian seperti plum, aprikot, kismis, kacang polong, buncis, dan brokoli."

4. Batasi makanan yang dapat memicu sembelit

Perhatikan asupan makanan anak. Pisang, nasi, dan keju adalah penyebab utama sembelit. "Tidak berarti makanan ini disingkirkan sepenuhnya," ucap Kabbany.

Baca juga: Yuk, Pahami Kondisi Sembelit pada Bayi

"Cari tahu apa yang menyebabkan sembelit. Kemudian, kurangi jumlah asupan makanan yang dikonsumsi anak. Ini semua tentang keseimbangan dan konsumsi makanan yang sehat."

5. Ajak anak berolahraga

Aktivitas fisik baik untuk anak karena dapat melepaskan energi dan mencegah obesitas, serta membantu fungsi usus anak.

Daripada menyuruh anak bermain di luar, lakukan aktivitas fisik bersamanya seperti berlari di halaman belakang, atau berjalan-jalan di sekitar komplek perumahan.

Apabila sembelit pada anak tak kunjung usai, segera cari bantuan medis. "Sangat penting untuk mengobati sembelit lebih cepat daripada nanti," sebut Kabbany.

"Jika sembelit berlangsung lama, pertumbuhan dan perkembangan anak bisa terpengaruh."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X