Kompas.com - 06/01/2021, 15:30 WIB
Pekerja memanen tanaman dengan sistem hidroponik di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas KPKP gencar melakukan program pertanian perkotaan (urban farming) dengan konsep pembudidayaan tanaman sistem hidroponik di kawasan penghijauan gang-gang Jakarta dan area RPTRA. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja memanen tanaman dengan sistem hidroponik di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas KPKP gencar melakukan program pertanian perkotaan (urban farming) dengan konsep pembudidayaan tanaman sistem hidroponik di kawasan penghijauan gang-gang Jakarta dan area RPTRA.

KOMPAS.com - Istilah hidroponik mungkin sudah tak asing di telinga kita. Apalagi di masa pandemi, semakin banyak orang bercocok tanam dengan cara ini untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.

Menurut laman resmi Kementerian Pertanian RI, hidroponik adalah budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tumbuhnya dan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Bercocok tanam menggunakan cara ini dapat menjadi alternatif berkebun, terutama bagi orang-orang yang tidak memiliki lahan cukup luas.

Meski begitu, pemilik tanaman hidroponik tetap bisa mendapatkan hasil yang melimpah, lho. Terutama jika rajin melakukan perawatan tanaman-tanaman hidroponiknya secara intensif.

Bercocok tanam dengan sistem hidroponik memberikan banyak manfaat, seperti ramah lingkungan, lingkungan kerja lebih bersih, minim hama dan penyakit tanaman, serta dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Menurut buku "My Potential Business: Hidroponik Praktis", jika menanam hidroponik hanya untuk dijadikan sekadar hobi dan mempelajari teknik menanamnya, cobalah pilih jenis sayuran yang tahan serangan hama dan penyakit, seperti selada dan seledri.

Jenis tanaman tersebut juga cocok bagi Anda yang hanya punya lahan terbatas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tanaman seperti paprika atau tomat cenderung memerlukan halaman yang lebih lega karena akan tumbuh menjalar ke atas.

Dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB University, Prof. Dr. Ir. Anas Dinurrohman Susila, MSi mengungkapkan dalam buku tersebut, dibandingkan dengan caisim, kangkung dan pakcoy, selada tergolong sayuran minim hama, terutama belalang.

Namun, jika Anda berencana menanam tanaman hidroponik untuk dipasok ke restoran atau rumah makan, Anda bisa memilih tanaman sayur seperti lettuce romaine.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X