Kompas.com - 07/01/2021, 06:32 WIB
Penyanyi dangdut Juwita Bahar saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI Penyanyi dangdut Juwita Bahar saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (5/1/2021).

Serat juga dapat membantu kita merasa kenyang untuk waktu yang lebih lama, yang akan berguna jika kita sedang berusaha menurunkan berat badan.

Baca juga: 4 Cara Makan Lebih Banyak Serat agar Tubuh Lebih Sehat

3. Mengganggu fungsi otak
Karbohidrat adalah sumber energi yang lebih disukai oleh otak.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa otak mengonsumsi sekitar 120 gram karbohidrat setiap harinya dan otak kita menyumbang sekitar 20 persen dari total energi (kalori) yang dibakar setiap hari.

Saat pertama kali memulai diet rendah karbohidrat, kita mungkin akan mengalami kabut otak, kelelahan mental dan perubahan suasana hati karena sumber bahan bakar utama tubuh tiba-tiba menghilang.

Setelah tubuh bisa menyesuaikan diri, gejala-gejala tersebut mungkin akan mereda, tetapi efek awal tersebut adalah bagian dari alasan mengapa diet rendah karbohidrat sangat sulit untuk dipatuhi.

Menurut Koff, banyak orang mengganti peran stimulannya dengan sumber lain, seperti kafein.

Padahal, kafein dan stimulan lainnya hanya akan memberikan efek menyegarkan jangka pendek, sementara karbohidrat sehat akan memasok otak dengan apa yang dibutuhkannya untuk menjalankan banyak fungsi tubuh serta memberikan energi jangka panjang.

Penting untuk memilih opsi karbohidrat yang lebih sehat. Sebab, kualitas karbohidrat adalah faktor nyata dalam menentukan bagaimana otak dan tubuh akan memanfaatkannya untuk kesehatan.

Baca juga: Waspadai, 7 Kebiasaan Buruk yang Merusak Fungsi Otak

4. Memicu gangguan makan
Memangkas satu kelompok makanan tertentu dapat berkaitan dengan gangguan makan.

Hal ini terutama berlaku untuk ortoreksia nervosa atau obsesi terhadap pola makan sehat yang berkembang menjadi sebuah gangguan makan.

Karbohidrat bukanlah satu-satunya makronutrien yang terkait dengan gangguan makan.

Namun, perlu diingat bahwa memangkas total kelompok makanan mana pun dapat berkontribusi terhadap pengembangan hubungan yang buruk dengan makanan.

Di luar kaitannya dengan pengembangan penyakit, memangkas kelompok makanan tertentu, terutama karbohidrat, juga bisa menghambat performa olahraga kita dan menyebabkan usaha kebugaran kita menjadi "stuck" alias jalan di tempat.

Baca juga: 6 Fakta Bulimia, Gangguan Makan yang Dialami Putri Diana

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.