Kompas.com - 08/01/2021, 09:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Asupan kalori terlalu rendah hanya memberikan dampak negatif pada penurunan berat badan. Hal ini dikarenakan tubuh beralih ke mode bertahan hidup, menghemat kalori, dan penurunan berat badan jadi lambat.

Selain itu, asupan kalori yang terlalu sedikit dapat melemahkan fungsi kekebalan, meningkatkan risiko cedera, dan mengurangi kemungkinan penurunan berat badan.

Hal lain yang berperan dalam penurunan berat badan adalah metabolisme dan hormon pengatur nafsu makan. Kinerja keduanya dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kurang tidur, stres, dan susunan mikrobiota usus.

Banyaknya faktor yang memengaruhi proses penurunan berat badan membuat waktu yang dibutuhkan oleh setiap orang berbeda-beda.

Baca juga: Berapa Kalori yang Harus Dibakar untuk Menurunkan 1 Kg Berat Badan?

Fluktuasi berat badan

Dalam prosesnya, berat badan tidak selalu berkurang. Bisa saja dalam suatu waktu, saat menimbang, berat badan malah bertambah.

Ini bukan berarti program penurunan berat badan gagal. Ada beberapa alasan yang memengaruhinya.  Salah satunya karena retensi cairan yang sering terjadi menjelang menstruasi atau karena terlalu banyak mengonsumsi makanan asin.

Retensi cairan dapat membuat berat badan bertambah walau sebenarnya lemak tubuh berkurang.

Sass mengatakan, yang terpenting adalah pola hidup sehari-hari.

"Jangan hanya fokus pada waktu dan jumlah berat badan yang berkurang. Mempertahankan kebiasaan hidup sehat dan seimbang jauh lebih penting," katanya.

Baca juga: Tanda Timbunan Lemak Perut yang Dipengaruhi Hormon

Dalam proses penurunan berat badan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah konsisten dengan kebiasaan hidup sehat seperti mengatur pola makan dan rutin olahraga.

Selain itu, jangan lupa untuk bersabar dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Sebab proses penurunan berat badan pada masing-masing orang tidak sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Health
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.