Kompas.com - 08/01/2021, 16:41 WIB
Burung pipit mahkota putih. Ilmuwan mengungkapkan dalam studi baru, selama lockdown kicauan burung ini menjadi lebih merdu. BBC/JN PHILLIPSBurung pipit mahkota putih. Ilmuwan mengungkapkan dalam studi baru, selama lockdown kicauan burung ini menjadi lebih merdu.

KOMPAS.com - Ada banyak penelitian yang menunjukkan, berada di alam baik untuk kesehatan mental.

Misalnya, kayakinan bahwa berjalan di hutan dapat meningkatkan kesejahteraan dan tinggal di dekat pohon mampu membantu kita hidup lebih lama.

Tetapi, sebenarnya kita tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya membuat kita senang berada di alam atau di luar ruangan.

Nah, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap, kondisi itu mungkin ada hubungannya dengan suara burung yang terdengar saat berjalan-jalan di alam.

Baca juga: Hubungan yang Bahagia Memiliki Nilai-nilai Utama Ini

Para peneliti dari California Polytechnic State University menganalisis seberapa banyak suara alam yang didengar dapat memengaruhi kesejahteraan diri.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Disebutkan, paduan suara dari kicauan burung di alam mampu meningkatkan kesejahteraan.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menempatkan 10 speaker yang tersembunyi dan berjarak sama di dua bagian jalan setapak di Boulder Open Space dan Mountain Parks di Colorado.

Mereka memainkan rekaman berisi suara 11 spesies burung, termasuk american robin, house finch, dan black chickadee.

Para peneliti memutar kicau burung secara bergantian selama beberapa jam sehari selama seminggu, dan kemudian mematikan speaker selama seminggu pada suatu waktu.

Setelah itu, mereka mewawancarai pendaki yang melewati bagian jalan yang sudah dipasang speaker tersebut.

Baca juga: Apa yang Paling Penting dalam Hidup agar Bahagia?

"Pendaki yang mendengar kicau burung menanggapi pertanyaan yang menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendengar kicau burung."

Demikian penuturan ahli biologi di California Polytechnic State University yang memimpin penelitian tersebut, Profesor Clinton Francis kepada Treehugger.

Para pendaki yang mendengar lebih banyak kicau burung di bagian pertama jalur maupun kedua mengatakan, mereka merasa lebih baik.

Dari penelitian ini ditemukan persepsi lebih banyak tentang kontribusi kicauan burung yang dapat membuat para pendaki merasa lebih baik.

"Dengan kicauan burung itu, kami dapat menunjukkan suara alam memiliki efek yang dapat diukur pada kualitas pengalaman pendaki di jalan setapak," ungkap dia.

"Artinya, mendengar suara alam tampaknya penting," sambung dia.

Baca juga: Batal Liburan, Ini Cara Tetap Bahagia Selama Pandemi

Sementara itu, gambaran yang lebih besar dari sifat restoratif alam cenderung lebih kompleks dan melibatkan berbagai modalitas sensorik.

"Lebih lanjut, kami menggarisbawahi perlunya pengelola taman untuk mengurangi polusi suara antropogenik yang tidak hanya meningkatkan pengalaman pengunjung, tetapi juga dapat bermanfaat bagi satwa liar," kata dia.

Alam bermanfaat bagi manusia

Francis menunjukkan, temuan tersebut dapat digunakan dalam beberapa cara untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan pelestarian alam.

"Saya yakin konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati dapat meningkat dengan mendemonstrasikan bagaimana alam bermanfaat bagi manusia," kata dia.

Menurut dia, jasa ekosistem psikologis yang disediakan alam adalah cara penting bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari alam.

Terakhir, penting juga bagi individu untuk merasakan pengalaman berada di alam dapat meningkatkan kehidupan mereka sendiri, dan memberikan pengaruh positif pada pandangan orang terhadap kehidupan.



Sumber Treehugger
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X