Kompas.com - 08/01/2021, 17:06 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/SOLARSEVENIlustrasi vaksin Covid-19

Pada kondisi tersebut, tubuh seharusnya sudah mengenali virusnya dan akan memberikan perlawanan jika terinfeksi.

Sayangnya, virus corona terbilang unik. Setelah dilakukan sejumlah penelitian, kata Herman, ditemukan bahwa tidak semua tubuh mampu memproduksi antibodi terhadap Covid-19.

"Jadi walaupun sudah sembuh dari Covis-19 ternyata setelah dicek antibodinya nol, tidak ada sama sekali," ujar Herman.

Sekalipun antibodi terbentuk, belum tentu antibodi tersebut bertahan dalam waktu lama dan membuat orang tersebut kebal infeksi.

"3-6 bulan dicek ulang kadarnya menjadi hilang, jadi tidak bertahan seterusnya. Sehingga walaupun pernah sembuh dari Covid-19, tetap harus mengikuti protokol secara ketat," tambahnya.

Baca juga: Strain Baru Virus Corona Ditemukan, Bagaimana Nasib Vaksin?

2. Melalui screening terlebih dahulu
Seseorang akan melalui tahap pemeriksaan atau screening terlebih dahulu sebelum diputuskan akan menerima vaksin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa poin yang akan diperiksa, seperti apakah yang bersangkutan pernah positif Covid-19 atau memiliki penyakit tertentu.

"Yang memiliki penyakit-penyakit tertentu seperti jantung, diabetes atau paru itu ada syarat yang harus dipenuhi," kata Herman.

Orang dengan diabetes, misalnya, diharuskan memiliki gula darah yang terkontrol terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin.

Kemudian, untuk pasien Tuberkulosis (TB), dianjurkan sudah menjalani pengobatan, minimal dua minggu.

Beberapa kondisi lain juga membuat seseorang tidak boleh mendapatkan vaksin, seperti orang dengan reaksi alergi parah, anak-anak, wanita hamil, hingga orang dengan gangguan imunitas.

"Apabila ada kondisi-kondisi tertentu yang tidak boleh divaksin, maka itu juga tidak akan mendapatkan vaksin," ucapnya.

Baca juga: Sudah Ada Vaksin, Masker Tetap Harus Dipakai Setahun Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.