Kompas.com - 09/01/2021, 20:55 WIB
Zenith Chronomaster Revival A385 Zenith Chronomaster Revival A385
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Di dunia horologi, Zenith adalah perusahaan jam yang patut diperhitungkan.

Perusahaan Swiss yang didirikan di tahun 1865 oleh Georges Favre-Jacot itu melahirkan banyak jam tangan, yang sebagian dipakai oleh tokoh-tokoh dunia.

Sebutlah, jurnalis Prancis dan aktivis wanita Caroline Remy, pilot Louis Bleriot, hingga pemimpin spiritual dan politikus India, Mahatma Gandhi.

Bagi Zenith, tahun 1969 merupakan momen di mana perusahaan tersebut menciptakan sejarah dalam pembuatan jam.

Kala itu, Zenith El Primero, jam tangan kronograf frekuensi tinggi otomatis pertama di dunia, lahir.

Zenith El Primero hadir dalam tiga model stainless steel, dan salah satu yang paling disorot adalah model A385.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Model ini memiliki gradien cokelat di bagian dial, dan merupakan "smoked" dial pertama yang dibuat di industri jam tangan.

El Primero A385 menjadi berita utama pada tahun 1970.

Dalam sebuah operasi bernama "Operation Sky", jam ini diuji secara ekstrem dengan cara diikatkan ke roda pesawat Air France Boeing 707 yang terbang dari Paris ke New York.

Tujuan dari operasi itu adalah menguji ketahanan jam tangan terhadap perubahan suhu yang drastis, gaya angin, serta perubahan tekanan udara.

Ketika pesawat mendarat di bandara di New York, arloji itu masih berfungsi dengan sempurna.

Arloji El Primero A385 menjadi bukti bahwa mesin jam mekanis lebih baik dibandingkan mesin jam kuarsa dalam hal ketahanan.

Zenith Chronomaster Revival A385 Zenith Chronomaster Revival A385
Dalam rangka memeringati usia arloji yang lebih dari lima dekade, Zenith membawa kembali A385 dengan tampilan baru, yaitu Chronomaster Revival A385.

Mengambil DNA dari model original buatan tahun 1969, Chronomaster Revival A385 memiliki casing tonneau berdiameter 37 mm yang menggunakan bahan stainless steel, serta pusher bergaya pump atau pompa.

Perbedaan jam ini dari versi terdahulu terletak pada kaca pelindung dial jam yang menggunakan bahan kristal safir, bukan kaca akrilik.

Sementara itu, casing pada bagian belakang dibuat transparan, bukan berupa baja padat. Sehingga pengguna dapat melihat tampilan mesin jam dengan jelas.

Gradien "smoked brown" dengan efek vignette di bagian tepi dial memberikan kesan mencolok dan menjadi ciri khas A385 yang dipertahankan Zenith dalam arloji terbarunya.

Jarum penghitung jam dan menit diberikan warna hitam-cokelat muda, sementara jarum penghitung detik dibalut nuansa merah.

Tiga subdial putih ditempatkan di angka 3, 6, dan 9, bersama dengan window penunjuk tanggal yang berada di antara angka 4 dan 5.

Zenith Chronomaster Revival A385 hadir dalam dua versi. Versi pertama menggunakan tali berbahan baja, dan versi berikutnya menggunakan tali kulit anak sapi cokelat muda.

Buat kamu penyuka jam tangan klasik, bisa mendapatkan jam ini di berbagai store Zenith atau mengunjungi situs resmi perusahaan jam Swiss tersebut.

Untuk versi tali kulit, Chronomaster Revival A385 dibanderol seharga 7.900 dollar AS atau sekira Rp 111 juta. Sedangkan harga untuk versi rantai baja belum diungkap.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.