Kompas.com - Diperbarui 01/09/2021, 12:17 WIB
Ilustrasi berbaring di sofa. SHUTTERSTOCK/Pond SaksitIlustrasi berbaring di sofa.

KOMPAS.com - Setelah makan besar, biasanya aktivitas apa yang biasa Anda lakukan?

Kebanyakan dari kita mungkin menjawab duduk sejenak sambil menunggu makanan "turun".

Sementara beberapa orang mungkin duduk bersadar atau bahkan rebahan hanya beberapa saat setelah makan.

Hentikan kebiasaan itu. Sebab, banyak kebiasaan rebahan setelah makan berpotensi memicu kondisi berikut:

  • Kenaikan asam lambung

Menurut Healthline, kebiasaan rebahan setelah makan bisa memicu kenaikan asam lambung dan menyebabkan rasa tidak nyaman.

Ini lebih mungkin terjadi jika kita menderita refluks asam atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

GERD adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, saluran yang menghubungkan tenggorokan ke perut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika memiliki kondisi ini, lapisan esofagus bisa teriritasi oleh refluks asam ini.

Makanan pedas dan asam seperti jeruk dan tomat mungkin sangat mengganggu. Sementara alkohol, cokelat dan peppermint dapat memperparah heartburn dan GERD.

Baca juga: Berapa Lama Harus Olahraga untuk Kurangi Efek Buruk Rebahan?

  • Mengganggu kualitas tidur

Gejala refluks dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di dada dan rasa pahit di mulut.

Oleh karena itu, jika kita makan terlalu banyak atau mengonsumsi makanan yang memicu heartburn dekat dengan waktu tidur di malam hari, maka kualitas tidur juga berpotensi terganggu.

Insomnia juga bisa terjadi jika kita mengonsumsi kafein dalam kopi, teh atau cokelat, di waktu makan malam dan dekat dengan waktu tidur.

Sebab, kafein memblokir adenosin, bahan kimia yang menimbulkan rasa kantuk.

Kafein juga dapat meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari, suatu kondisi yang disebut sebagai nokturia.

Tidak semua orang sensitif terhadap kafein, tetapi jika kita sensitif, pertimbangkan untuk membatasi konsumsi kafein di malam hari.

Baca juga: 7 Cara Mudah Sehat dan Bugar, Cocok untuk Kaum Mager

Apa yang harus dilakukan setelah makan?

Setelah makan, kita bisa terlebih dahulu melakukan aktivitas ringan, seperti mencuci piring, atau membersihkan dan merapikan rumah.

Berjalan kaki ringan setelah makan juga diyakini dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk memperlancar pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, mengelola gula darah, meregulasi tekanan darah dengan lebih baik, serta memicu penurunan berat badan.

Namun, bukan berarti jogging atau lari adalah pilihan yang lebih baik.

Olahraga terlalu intens setelah makan malah bisa menyebabkan sakit perut.

Tubuh setiap orang akan merespons secara berbeda-beda. Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, pastikan menjaga intensitasnya tetap rendah.

Lakukan jalan kaki santai selama 10 menit setelah makan bisa membantu kita mendapatkan manfaat kesehatan sekaligus menurunkan risiko efek samping.

Lalu, berapa lama harus menunggu untuk berbaring setelah makan?

Sebagai pedoman umum, para ahli gizi akan meminta kita untuk menunggu sekitar tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur di malam hari.

Waktu tersebut memungkinkan pencernaan bekerja dengan optimal dan memindahkan isi perut ke usus kecil.

Hal ini dapat mencegah masalah seperti heartburn di malam hari atau insomnia.

Sedangkan menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di American Journal of Gasteoenterology, pasien dengan GERD dianjurkan untuk menunggu tiga jam setelah makan sebelum berbaring.

Jika masih sering mengalami masalah pencernaan setelah waktu makan, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi perubahan pola hidup dan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Kurang Disadari, 7 Kebiasaan Ini Ganggu Sistem Pencernaan



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.