Kompas.com - 11/01/2021, 19:41 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Risiko stroke

Dijelaskan oleh Sunu, aritmia terjadi ketika aliran listrik yang memengaruhi kecepatan jantung bermasalah.

“Detak jantung yang terlalu cepat bisa meningkatkan risiko stroke sampai lima kali lipat dan risiko kematian mendadak sampai tiga kali lipat. Padahal, kondisi ini bisa dicegah dengan terapi yang tepat,” papar Sunu.

Pengobatan lini pertama untuk aritmia jantung adalah obat-obatan. Meski begitu, saat ini rekomendasi utama dari para dokter jantung adalah ablasi.

Menurut Sunu, tindakan ablasi adalah tindakan noninvasive atau tidak membutuhkan pembedahan yang dilakukan dengan kateter yang dimasukkan sampai ke jantung untuk memperbaiki sumber listrik di sekitar jantung.

“Sumber pemicu sirkuit listrik yang tidak normal di jantung diblok. Titik-titik yang diablasi ini banyak dan memerlukan detil,” katanya.

Dengan teknik ablasi yang baru, yaitu HD Grid 3D Mapping system, risiko kekambuhan fibrilasi atrium bisa dicegah.

Baca juga: Kecepatan Naik Tangga Bisa Ungkap Kondisi Jantung

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.