8 Kesalahan Penggunaan Masker yang Sering Disepelekan

Kompas.com - 12/01/2021, 06:31 WIB
Seorang bocah melintas di depan mural tentang penggunaan masker di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/12/2020). Mural tersebut dibuat sebagai edukasi kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww. ANTARA FOTO/FAUZANSeorang bocah melintas di depan mural tentang penggunaan masker di Kota Tangerang, Banten, Minggu (21/12/2020). Mural tersebut dibuat sebagai edukasi kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.

Namun, studi Signs.com mengungkapkan banyak peserta tidak melakukannya.

Rata-rata dari mereka mencuci maskernya paling lama sembilan hari, sebelum akhirnya dicuci, sementara 10,6 persen partisipan mengatakan pernah paling lama tidak mencucinya lebih dari dua minggu.

Temuan serupa didapatkan dari survei konsumen musim gugur 2020 yang dilakukan oleh perusahaan teknollogi tekstil Livinguard, yang menemukan bahwa 79 persen peserta survei mengaku tidak mencuci masker kain mereka setelah digunakan dan 8 persennya bahkan mengaku tidak mencucinya sama sekali.

Menurut Gan Eng Cern, pencucian masker penting dilakukan untuk memastikan masker yang kita pakai tetap higienis dan efektif mencegah penyebaran tetesan ( droplet).

"Tidak mencuci masker kain hingga dua minggu, misalnya, akan mengurangi fungsi masker. Kemungkinan besar, masker tersebut telah menumpuk banyak keringat, minyak dan tetesan yang menimbulkan bau tidak sedap, sehingga kita akan sulit bernapas," ujarnya.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Simak Tips Mencuci Masker yang Benar

7. Masker tidak menutupi hidung dan mulut
Memakai masker dalam waktu lama memang berpotensi bikin sesak.

Namun, pemakaian masker yang tidak menutupi hidung dan mulut tetap harus dihindari dengan cara apapun.

"Banyak orang akan memakai masker mereka denan ditarik ke bawah, membuat hidung atau bahkan seluruh wajah mereka terlihat," kata ahli imunologi, Robert Quigley.

"Kebiasaan itu benar-benar menghilangkan manfaat pemakaian masker. Masker harus menutupi hidung dan mulut dengan aman setiap saat sehingga dapat efektif melindungi kita dan orang lain di sekitar kita dari penularan virus."

Bahkan, sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan daalam jurnal Cell mengungkapkan, sel-sel di hidung lebih mungkin terinfeksi virus corona daripada sel-sel di area paru-paru dan tenggorokan.

Halaman:


Sumber HuffPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X