Kompas.com - 12/01/2021, 08:40 WIB
Ilustrasi takikardia, gangguan irama jantung yang dialami Jessica Iskandar. SHUTTERSTOCK/MELANA LETTERINGIlustrasi takikardia, gangguan irama jantung yang dialami Jessica Iskandar.

Teknologi terbaru ini memungkinkan dokter melakukan ablasi dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi sehingga risiko kekambuhan lebih rendah. 

Di Indonesia, teknologi ini baru dimiliki oleh pusat layanan jantung Heartology.

Walau pun demikian, menurut Sunu tidak semua pasien penyakit AF memerlukan tindakan ablasi dengan teknologi terbaru ini.

“TIdak semua memerlukan prosedur ini, hanya yang penyakitnya kompleks saja,” ujar dokter jantung dengan sub speliasisasi intervensi elektrofisologi ini.

Tindakan ablasi termasuk tindakan yang tidak memerlukan pembedahan,sehingga setelah tindakan pasien hanya perlu menginap satu malam di rumah sakit.

“Setelahnya pasien bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Baca juga: Ketahui, Cara Mengenali Nyeri Dada karena Penyakit Jantung

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X