Tertawalah Lebih Sering Sebelum Pandemi Ini Berakhir

Kompas.com - 12/01/2021, 11:47 WIB
Ilustrasi tertawa shutterstockIlustrasi tertawa

Tak hanya psikologis, humor juga meningkatkan kesehatan fisik.

Kita bisa jadi pernah bahkan sering mendapatkan respon dari orang atau teman dalam media sosial seperti ini: "Mari kira mem-posting konten yang lucu-lucu supaya imun kita naik."

Benarkah demikian? Menurut para ahli, humor memiliki hubungan langsung dan tidak langsung dengan kesehatan fisik.

Humor berdampak langsung dan menguntungkan, semisal peningkatan aktivitas kardiovaskular dan berkurangnya ketegangan otot yang berdampak pada meningkatnya fungsi sistem kebebalan tubuh (Fry, 1994).

Baca juga: Cara Meningkatkan Sistem Imun untuk Orang Berusia di Atas 50 Tahun

Jadi, tertawa dapat merangsang produksi opioid endogen seperti beta-endorfin, sehingga meningkatkan toleransi nyeri saat menghadapi penyakit fisik.

Adapun hubungan tak langsung adalah seperti yang dinyatakan sebelumnya. Selera humor yang tinggi mendorong penilaian yang lebih positif terhadap peristiwa negatif dan meningkatkan dukungan dari orang-orang sehingga membuat stres lebih rendah dan pada gilirannya berdampak positif terhadap kesehatan fisik.

Barangkali itu sebabnya para tahanan seperti Frankl dan teman-temannya memiliki daya tahan fisik meski menjalani kondisi yang sangat berat dalam kamp.

Mereka masih bisa tertawa dalam kondisi paling buruk sekalipun, bahkan berani mengambil risiko terkena penyiksaan agar bisa menceritakan lelucon melalui dinding kepada tahanan lain yang mereka anggap perlu dihibur (Henman, 2001).

Orang yang memiliki selera humor yang tinggi, memiliki persepsi yang positif tentang kesehatan antara lain berkurangnya rasa takut terhadap kematian atau penyakit yang serius, dan bisa mengalihkan perhatian dari rasa nyeri (Nicholas & Sorrel, 2004).

Baca juga: Humor Ternyata Dapat Meningkatkan Kecerdasan Emosional, Sudah Tahu?

Dari penggunaannya, Martin et al., (2003) membagi humor menjadi empat gaya:

  1. Humor bersahabat yang ditujukan kepada diri sendiri (self-enhancing) yakni mempertahankan pandangan yang jenaka terhadap kehidupan dan menghibur diri sendiri. Humor ini bertujuan memotivasi diri sendiri, mengatur emosi, dan mengatasi stress;
  2. Humor bersahabat yang ditujukan kepada orang lain (social/affiliative humor) yakni berbagi humor dengan orang lain, menceritakan lelucon dan cerita lucu untuk menghibur orang lain, dan menikmati tertawa bersama orang lain. Humor tipe ini dimaksudkan untuk mengurangi ketegangan antar pribadi dan memfasilitasi relasi;
  3. Humor tidak ramah yang ditujukan untuk diri sendiri (self-defeating humor) yakni mengejek, mengolok-olok dan merendahkan diri sendiri dimaksudkan menghibur dan mengambil hati orang lain;
  4. Humor tidak ramah yang ditujukan untuk orang lain (aggressive humor) yakni menggunakan humor untuk merendahkan dan memanipulasi orang lain dengan menggunakan ejekan dan humor yang menyerang orang lain secara implisit untuk menyembunyikan perasaan sebenarnya yang tidak menyenangkan.

Baca juga: Luar Biasa, Ada 7 Manfaat Tak Terduga dari Tertawa

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X