6 Barang dan Tempat yang Sering Lupa Dibersihkan

Kompas.com - 12/01/2021, 14:32 WIB
Ilustrasi membersihkan rumah shutterstockIlustrasi membersihkan rumah

KOMPAS.com— Membersihkan rumah secara menyuluruh sebaiknya dilakukan secara rutin agar kita tetap merasa nyaman. Jika kita hanya membersihkan bagian yang terlihat saja tak jarang debu akan menumpuk, bahkan ada binatang bersarang.

Pembersihan itu bisa dilakukan secara bertahap. Misalnya, hari ini bersihkan kamar tidur, besok bersihkan ruang tamu, lusa bersihkan dapur dan selanjutnya.

Selain itu, jika banyak barang dan tempat yang akan dibersihkan sebaiknya buatlah daftar dan bersihkan satu persatu dengan teliti.

Sayangnya, meski sudah membuat daftar, beberapa barang dan tempat masih saja ada yang lupa untuk dibersihkan.

Berikut adalah enam barang dan tempat yang sering lupa dibersihkan.

Baca juga: Mencegah Tikus Bersarang di Dapur

1. Tas olahraga

Karena pandemi kamu mungkin tak lagi pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga. Jadi sekaranglah adalah waktu yang tepat untuk mencucinya dengan baik.

Membersihkannya sama pentingnya dengan mencuci pakaian. Jika bisa muat di mesin cuci, lanjutkan dan masukkan. Jika tidak, gunakan kain lembab untuk menyeka, lalu jemurlah di bawah sinar matahari selama beberapa menit.

Untuk menghilangkan bau tidak sedap, letakkan sebotol soda kue di dalamnya dan biarkan sepanjang hari, lalu bersihkan.

Baca juga: Mencuci “Dry Cleaning” Lebih Efektif Bunuh Covid-19?

2. Topi, syal dan bando

Barang-barang kecil ini seringkali lupa untuk dibersihkan. Mereka adalah topi, topi rajut, syal dan bando. Kita bisa mencucinya di mesin cuci atau cuci dengan tangan, sesuai dengan petunjuk pada label. Jemur hingga benar-benar kering, lalu simpan dengan baik.

Ilustrasi mengepel lantai.SHUTTERSTOCK/FIZKES Ilustrasi mengepel lantai.

3. Sela-sela

Sela-sela antara meja dan westafel, misalnya, kerap kali lupa untuk dibersihkan. Padahal meskipun tampaknya hanya celah kecil, namun tempat ini bisa memerangkap kotoran dan, jika dibiarkan, dapat menumpuk kuman dan bakteri yang tidak diinginkan.

Bersihkan sela-sela dengan kain atau vakum. Jika terlalu kotor, kamu bisa menggunakan cairan pembersih.

Baca juga: Vacuum Cleaner Genggam, Apa Bedanya dengan Vacuum Cleaner Biasa?

4. Kipas angin

Pernah bertanya-tanya mengapa kamu selalu pilek? Mungkin karena kamu tidak membersihkan kipas angin secara teratur sehingga diselimuti debu.

Untuk kipas angin listrik berdiri, bongkar lah penutup dan baaling-baling dari badan dan bersihkan dengan sabun dan air. Untuk kipas langit-langit, gunakan kemoceng panjang.

5. Bagian atas furnitur, peralatan, dan area yang sulit dijangkau

Hanya karena kamu tidak dapat melihatnya, bukan berarti debu tidak bersarang di sana.

Jika kamu tidak membersihkan atau menyeka rak atas dan perabotan rumah tangga yang tinggi, debu dan kuman lainnya dapat menumpuk di bagian tersebut.

Untuk itu, bersihkan bagian ini secara berkala dengan kemoceng panjang atau lap dengan kain basah dan kering.

Baca juga: Tips Membersihkan dan Merapikan Rumah ala Jepang

6. Lemari es dan tempat sampah

Selalu pastikan untuk mengeluarkan rak dan tempat sampah secara teratur, dan cuci dengan air sabun hangat untuk menyingkirkan bakteri dan tumpahan makanan.

Bersihkan juga lemari es secara berkala dan lakukan pembersihan secara menyeluruh, paling tidak satu bulan sekali.

Jika kamu mencium bau tidak sedap dari lemari es, masukkan secangkir soda kue ke dalamnya dan tunggu sampai baunya terserap.

Baca juga: Tips Menyimpan Bahan Makanan di Kulkas Agar Tetap Awet



Sumber Realliving
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X