10 Cara Membangun Hubungan yang Lebih Baik di Tahun Ini

Kompas.com - 13/01/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi menonton TV ShutterstockIlustrasi menonton TV

KOMPAS.com - Memasuki pertengahan bulan Januari mungkin masih ada yang menyusun resolusi untuk tahun ini. Salah satunya menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun resolusi tersebut masih terlalu luas. Cobalah membuatnya menjadi lebih spesifik. Misalnya ingin memperbaiki hubungan dengan keluarga dan kerabat.

Ada beberapa cara untuk mewujudkan resolusi tersebut. Berikut ulasannya.

1. Menjalin komunikasi secara teratur

Seiring bertambahnya usia, pertemanan menjadi lebih sempit. Kesibukan menjadi salah satu faktor hilangnya kontak dengan teman lama.

Walau begitu, perlu diingat, koneksi adalah hal yang sangat berharga. Hubungan dengan orang lain bisa memberikan dukungan, menghilangkan stres, dan menjaga keintiman emosional.

Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menjalin komunikasi secara teratur dengan orang-orang yang dianggap sebagai support system.

Entah itu sekadar menanyakan kabar, saling berbagi cerita, atau membahas topik tertentu.

Baca juga: Kiat Memperbaiki Komunikasi yang Buruk dengan Pasangan

2. Lebih terbuka

Saat komunikasi sudah terjalin secara teratur, cobalah untuk lebih terbuka. Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan atau menceritakan hal-hal yang mengganggu pikiran.

Hal ini bisa membuat orang-orang terdekat merasa dihargai dan lebih nyaman. Dengan begitu, koneksi yang terbentuk menjadi lebih kuat.

3. Jadi pendengar yang baik

Apabila sudah lebih terbuka, langkah selanjutnya adalah mencoba menjadi pendengar yang baik.

Orang-orang terdekat mungkin juga punya hal yang ingin diceritakan. Jadi jangan hanya fokus pada masalahmu saja.

Saat mereka bercerita, dengarkan, dan usahakan untuk tidak menyela. Menjadi pendengar yang baik membuat orang lain merasa nyaman untuk bercerita.

Hal ini bisa memberikan dampak baik untuk hubungan ke depannya.

Baca juga: Jadilah Pendengar yang Lebih Baik dalam Hubungan

4. Perhatian lebih ke anak

Bagi yang sudah menjadi orangtua, memperbaiki hubungan dengan anak juga merupakan hal yang penting. Mulailah dengan mengamati perilaku anak.

Misalnya saat anak bermain, duduklah di dekatnya. Tidak perlu banyak bicara, hanya duduk diam bisa membuat anak merasa senang karena orangtuanya hadir.

5. Berikan pujian lebih banyak

Menjalin hubungan lebih baik dengan pasangan juga merupakan hal penting. Cobalah sesekali memberikan pujian lebih pasangan.

Entah dari segi penampilan, perilaku, atau keputusan yang diambil. Pujian dapat membuat hubungan semakin rekat.

Kendati demikian, menurut profesor psikologi University of California Sonja Lyubomirsky, jangan memberikan pujian terlalu sering.

Sebab pasangan bisa saja menilai pujian itu tidak tulus karena ada hal lain yang ditutupi.

Baca juga: Pujian ‘Masa Kini’ yang Ingin Didengar Wanita

6. Perbanyak interaksi dengan anak

Cara lain untuk meningkatkan hubungan antara orangtua dengan anak adalah perbanyak interaksi. Luangkan waktu setidaknya 15 menit per hari.

Tunjukkan kasih sayang kepada anak melalui perilaku seperti pelukan atau ciuman. Selain itu, tanyakan tentang perasaan anak di hari itu.

7. Beri kepercayaan pada anak

Seperti yang dikatakan sebelumnya, saat anak sedang bermain, cobalah untuk hadir di sana untuk mengamatinya tanpa mengganggu.

Biarkan anak bermain sesuai dengan keinginan atau imajinasinya. Orangtua hanya perlu hadir untuk mengawasi dan menjaga.

Dengan begitu anak merasa dipercaya dan bisa mengasah kreativitasnya.

Baca juga: Alasan Orangtua Harus Menemani Anak saat Bermain

8. Luangkan waktu untuk diri sendiri

Jangan hanya fokus pada hubungan dengan orang lain. Perbaiki juga hubungan dengan diri sendiri.

Luangkan waktu untuk melakukan apapun yang disenangi. Langkah ini bisa membuat perasaan menjadi lebih baik yang berdampak positif ke hubungan dengan orang lain.

9. Prioritaskan kencan malam

Kesibukan terkadang bisa membuat seseorang jarang berinteraksi dengan pasangan.

Untuk membangun hubungan yang lebih baik, cobalah sebisa mungkin meluangkan waktu untuk kencan di malam hari.

Entah itu menonton film, membuatkan makanan, berbagi makanan, atau mungkin hanya duduk bersebelahan.

10. Alihkan perhatian

Otak merekam kebiasaan kita sehari-hari. Hal ini bisa membuat tubuh bergerak secara 'autopilot'.

Misalnya, setelah bangun tidur, kebanyakan orang terbiasa langsung merapikan tempat tidur, mandi, sarapan, berangkat kerja, pulang ke rumah, istirahat.

Perilaku tersebut terus dilakukan setiap harinya. Bahkan bisa membuat komunikasi dengan orang-orang terdekat hanya sebatas kebiasaan.

Sesekali autopilot ini perlu mendapat distraksi. Misalnya, sebelum masuk rumah habis pulang kerja, cobalah melakukan kegiatan lain yang sebelumnya tidak dilakukan.

Ini bisa membuat otak seperti di-'restart' dan membantu komunikasi dengan orang lain lebih bermakna.

Baca juga: Hubungan yang Bahagia Memiliki Nilai-nilai Utama Ini




Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X