Ayah Turunkan Berat Badan 18 Kg demi Selamatkan Nyawa Anaknya...

Kompas.com - 13/01/2021, 15:41 WIB
Sean Kelley  sebelum dan sesudah penurunan berat badan. UPMC | Sean KelleySean Kelley sebelum dan sesudah penurunan berat badan.

KOMPAS.com - Setiap orangtua tentu akan melakukan segala upaya demi menjaga keselamatan anak-anak mereka dari bahaya, dan bahkan maut.

Hal itu pula yang dilakukan seorang ayah bernama Sean Kelley. Dia mendonasikan sebagian liver-nya untuk menyelamatkan nyawa bayi laki-lakinya. 

"Sebagai orangtua, kita pasti ini melihat anak kita tumbuh. Anak kita bahagia, mendapat kesempatan untuk sukses dalam hidup."

"Dan, bagi saya ini adalah kesempatan untuk mewujudkan semua harapan itu," kata Kelley, yang didampingi sang istri Josie. 

Pasangan suami istri ini menetap di West Almond, New York, Amerika Serikat memiliki tujuh anak. 

Baca juga: Gejala Liver Bengkak dan Penyebabnya

Ada Dylan (19), Meara (11), Christina (11), Tristan (5), Asher (3), dan bocah kembar berusia satu tahun, Silas dan Sawyer.

Kelley dan Josie hidup dengan kelainan genetik yang disebut sindrom Alagille, -suatu kondisi yang memengaruhi tiga anak mereka.

Menurut National Institutes of Health, sindrom Alagille mempengaruhi banyak organ di tubuh, termasuk hati dan jantung.

Kelainan ini bisa menyebabkan kerusakan hati, dan juga dikaitkan dengan beberapa masalah jantung.

Bagi keluarga Kelley hal itu sudah menjadi pengalaman yang berulang. Putra mereka Tristan -misalnya, sudah menjalani operasi jantung terbuka pada usia tiga bulan. Ya, tiga bulan.

Sementara Meara, yang jantung dan hatinya berfungsi dengan baik, mengalami kelainan berupa gatal-gatal pada kulit dan sejumlah gejala lain. 

Baca juga: Pamer Luka Transplantasi Ginjal, Selena Gomez Dipuji Putri Eugenie

Kemudian Sawyer, juga menderita akibat kelainan ini. Bocah tersebut membutuhkan transplantasi hati segera, demi menyelamatkan nyawanya.

Sawyer KelleyCourtesy UPMC Sawyer Kelley

"Dia membutuhkan transplantasi hati karena hatinya harus mengimbangi," kata Dr. George Mazariegos, Kepala Transplantasi Anak di Rumah Sakit Anak UPMC di Pittsburgh.

"Bahkan di usia yang masih satu tahun, dia benar-benar tidak dapat bertahan lebih dari sebulan tanpa transplantasi hati," kata sang dokter.

Sawyer menjalani perawatan di ICU UPMC setelah dirujuk dari rumah sakit lain yang sebelumnya merawat dia.

Mazariegos mengatakan, transplantasi hati dari donor yang masih hidup -tanpa harus menunggu dalam daftar donasi- adalah hadiah yang mampu menyelamatkan nyawa Sawyer.

Awalnya, Kelley dan istrinya bekerjasama dengan tim di UPMC untuk mencari donor.

Baca juga: Jaga Kesehatan Liver dengan Konsumsi Makanan Ini

Koordinator di RS itu memberi tahu kedua orangtua ini untuk menyebarkan pencarian itu seluas-luasnya, karena datangnya donor tak pernah bisa diduga. 

Namun demikian, hari Kelley yang lantas tergugah. "Mungkin ada orang-orang yang ingin membantu kami," kata Kelley.

"Tapi, tidak ada alasan bahwa saya tidak bisa mengambil beban ini, untuk juga membuka peluang tersebut," kata dia. 

"Saya tidak tahu apakah liver saya akan cocok untuk Sawyer atau tidak. Tapi, di tahap awal pun saya sudah harus menurunkan berat badan agar bisa menjadi donor," kata dia.

Berat badan 

Sean Kelley dan Josie, serta SawyerCourtesy UPMC Sean Kelley dan Josie, serta Sawyer
Demi menjalani penilaian dan tes di rumah sakit yang menentukan apakah organnya cocok untuk Sawyer, Kelley harus menurunkan berat badan dan indeks massa tubuhnya.

Dia harus menurunkan berat badan hingga 18 kilogram. 

Kelley lalu memulai proses penurunan berat badannya pada Agustus 2019. Dan dia merasa amat terbantu dengan support system yang berada di sekitarnya, terutama sang istri. 

"Istri saya terus bilang kepada saya, kalau saya bisa makan dengan benar dan berolahraga, saya akan mencapai tujuan akhir itu."

"Saya hanya perlu bekerja keras, tak masalah turun hanya satu kilogram seminggu, atau hingga minggu-minggu berikutnya," kata dia.

Kelley melacak asupan kalori dan berolahraga sebanyak mungkin, bahkan menggunakan waktu istirahat makan siang untuk berjalan kaki, sebagai latihan ekstra.

Dia amat termotivasi demi kabaikan dan kehidupan putranya. 

Baca juga: Konsumsi Suplemen Teh Hijau Bisa Merusak Liver

Akhirnya, perjuangan itu membuahkan hasil.  Kelley, sedang berada di sekolah tempat di mana dia bekerja, ketika ada telepon yang  membuat harinya menjadi amat membahagiakan.

"Itu sangat luar biasa, Saya hanya benar-benar duduk dan mengambil waktu beberapa menit setelah itu," kata dia.

Proses transplantasi

Operasi transplantasi berlangsung pada 19 Desember lalu. Mazariegos menyebut transplantasi yang akhirnya sukses itu harus dilakukan dengan jalan yang rumit dan menantang.

"Dia akan jauh lebih sehat, kami yakin," kata sang dokter. 

"Dengan liver ini, anak ini akan mampu menahan infeksi dan menahan hal-hal lain yang sebelumnya merupakan kelemahan dan keterbatasannya."

Dua minggu setelah operasi, Kelley mengatakan, dia dan Sawyer sudah pulih dengan lancar, meskipun ada beberapa komplikasi pasca operasi.

Mereka menjadi keluarga yang beruntung karena bisa menjalani proses transplantasi ini.

Lebih dari itu, Kelley menyebut, dia ingin menjadi contoh bagi banyak orang di luar bahwa menjadi donor hidup sungguh dapat menyelamatkan nyawa orang lain.

"Sungguh luar biasa," kata Kelley.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X