Kompas.com - 14/01/2021, 08:47 WIB
Ilustrasi bernafas shutterstockIlustrasi bernafas

Sebaliknya, jika pada awalnya menganggap orang baru tersebut adalah orang baik, maka lebih mudah untuk membuka komunikasi.

Tidak menutup kemungkinan ada peluang-peluang yang malah datang ketika tercipta hubungan dengan orang baru.

Pada gilirannya, hal itu akan membantu membangun hubungan yang tahan lama dan memperkuat pikiran positif.

Baca juga: Hidup Sehat dengan Berpikir Positif

Mempengaruhi kondisi fisik

Selain itu, berpikir positif dapat berdampak ke kondisi fisik. Orang yang pikirannya dipenuhi hal-hal atau emosi negatif biasanya mengalami gangguan tidur seperti insomnia.

Menurut Sha-En Yeo dari University of Pennsylvania, emosi negatif memicu hormon stres yakni kortisol yang berdampak buruk pada organ tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, emosi negatif seperti kemarahan, ketakutan, kecemasan, juga bisa membuat tubuh terasa lelah.

Baca juga: Mengendalikan Emosi untuk Memelihara Kesehatan Jantung

Cara berpikir positif

Memang bukan sesuatu yang mudah untuk berpikir positif. Namun hal itu perlu dilatih.

Dr Chow mengatakan, ada tiga teknik yang bisa dilakukan untuk berpikir positif yakni memberi perhatian penuh, bertanya kepada diri sendiri, dan bersyukur.

Halaman:


Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.