Sudah Divaksin Bukan Berarti Bisa Kumpul-kumpul, Ini 4 Alasannya

Kompas.com - 14/01/2021, 09:52 WIB
Petugas medis (kanan) menyuntikan vaksin ke seorang tenaga kesehatan (kiri) saat simulasi pemberian vaksin COVID-19 di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Jakarta yang rencananya akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 15 Januari mendatang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj. ANTARA FOTO/Aprillio AkbarPetugas medis (kanan) menyuntikan vaksin ke seorang tenaga kesehatan (kiri) saat simulasi pemberian vaksin COVID-19 di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (13/10/2021). Simulasi tersebut digelar sebagai persiapan penyuntikan vaksinasi COVID-19 tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Jakarta yang rencananya akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 15 Januari mendatang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Hal senada diungkapkan oleh ahli epidemiologi penyakit menular dari Washington State University.

"Imunitas bukanlah sakelar yang bisa dihidupkan dan dimatikan. Jika kekebalan masih di bawah ambang batas herd immunity, virus masih bisa dengan mudah beredar di populasi dan selalu ada kemungkinan vaksin tidak berhasil untuk diri Anda," ungkapnya.

Meski begitu, menurut CDC, ambang batas herd immunity tersebut masih belum ditetapkan.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bukan Tanda Berakhirnya Pandemi

4. Durasi kekebalan tubuh belum diketahui
Kekebalan dari vaksin Covid-19 buatan Moderna Inc, misalnya, diyakini bisa bertahan setidaknya satu tahun.

Namun, belum ada penjelasan yang pasti tentang berapa lama vaksin Covid-19 dapat memberikan kekebalan pada orang yang sudah divaksin.

Selain karena virus tersebut masih sangat baru, adanya mutasi virus membuat para peneliti seluruh dunia masih terus mengumpulkan data tentang Covid-19.

"Salah satu contohnya vaksin flu diharapkan (diberikan) satu tahun sekali."

"Mungkin saja Covid-19 diminta satu tahun sekali booster. Kita tunggu saja penelitiannya," ungkap spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dari Eka Hospital BSD, DR Dr Indra Wijaya, SpPD-KEMD, MKes, FINASIM.

Baca juga: Berapa Lama Vaksin Covid-19 Melindungi Tubuh?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X