Cara Dapatkan Restu Orangtua dalam Pernikahan Menurut Psikolog

Kompas.com - 14/01/2021, 10:21 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Restu orangtua menjadi hal penting sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Walau begitu, memang ada beberapa pasangan yang menikah tanpa restu.

Tidak adanya restu orangtua bisa mendatangkan masalah, khususnya terhadap hubungan antara orangtua dengan anak.

Psikolog klinis dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi mengatakan, hubungan orangtua dengan anak tetap bisa terjalin walaupun tidak mendapatkan restu pernikahan.

Namun hubungan tersebut akan dipenuhi dengan negativitas orangtua terhadap pasangan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada anak.

"Diri kita selalu dibenturkan oleh perasaan bersalah dan seolah dipaksa untuk memilih antara pasangan atau orangtua," ujar psikolog yang akrab disapa Ega itu kepada Kompas.com, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Menikah Tanpa Restu Orangtua, Perhatikan 3 Hal Ini

Perasaan tidak nyaman itu juga bisa dialami oleh pasangan karena otomatis hubungannya dengan mertua terasa kaku. 

Pengaruh pada cucu

Negativitas yang diberikan orangtua karena tidak memberikan restu juga memberikan dampak jika nantinya pasangan memiliki anak.

Hubungan yang tidak baik antara orangtua dengan pasangan memengaruhi cara pandang anak (cucu) terhadap keluarga.

Anak (cucu) bisa terpapar kebencian atau perasaan negatif yang muncul di antara orangtua dengan pasangan.

Baca juga: 9 Kiat Ampuh Merebut Hati Mertua dan Hidup Bahagia

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Di sisi lain, jika tidak adanya restu dalam pernikahan juga menyebabkan putus hubungan antara orangtua dengan anak, maka anak harus siap hidup mandiri.

Putus hubungan dapat mendatangkan masalah besar. Terutama bila anak menilai keberadaan orangtua adalah hal penting dalam dirinya.

"Anak akan diliputi oleh perasaan bersalah terus menerus, tidak aman, atau kesedihan yang menetap dalam dirinya," ujar Ega.

Baca juga: Inspirasi Pakaian Bugis dalam Busana Pernikahan Indah Permatasari

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pasangan suami istri dapat terus berupaya mendapatkan restu dari orangtua. Memang prosesnya tidaklah mudah.

Orangtua harus paham bahwa menikah adalah sesuatu yang dijalani oleh anak secara mandiri.

Selain itu, orangtua butuh waktu untuk yakin jika menantunya adalah pasangan yang tepat dan sesuai yang dibutuhkan anak, serta bisa memberikan kenyamanan dan mendatangkan kebahagiaan.

Tapi perlu diingat, proses untuk membuat orangtua paham dan memberikan restu tidak bisa hanya dilakukan dengan satu atau dua kali upaya.

"Pada beberapa kasus bahkan upaya perlu dilakukan terus-menerus, bahkan ketika restu sudah didapatkan," kata Ega.

Dia menjelaskan, walaupun orangtua sudah memberi restu, tetap ada perasaan negatif yang tersisa kepada pasangan.

Dalam hal ini, komunikasi dan keinginan untuk belajar serta memahami satu sama lain menjadi hal penting.

Baca juga: Rencanakan Pernikahan? Jawab Dulu 10 Pertanyaan Ini



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X