Teknologi Terkini Percepat Penanganan Pasien Stroke

Kompas.com - 14/01/2021, 17:04 WIB
Ilustrasi hasil pemindaian otak pasien stroke dengan teknologi terkini di RS PON. DOk RS PONIlustrasi hasil pemindaian otak pasien stroke dengan teknologi terkini di RS PON.

KOMPAS.com – Dalam penanganan pasien stroke, waktu pelayanan yang cepat dan tepat akan mengurangi risiko kecacatan dan kematian. Karena itu alur klinis yang pendek sangat dibutuhkan.

Pemanfaatan teknologi terkini dalam penanganan pasien stroke kini menjadi keharusan. Di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ( RS PON) digunakan teknologi digital untuk memperpendek alur pemeriksaan.

Sejak awal rumah sakit rujukan tertinggi untuk penyakit neurologi, saraf otak, dan stroke ini dilengkapi dengan CT-Scan dengan Picture Archiving and Communication System (PACS) basic.

Menurut penjelasan Kepala Instalasi Radiologi RS PON, dr.Melita Sp.Rad, kini rumah sakit ini sudah menggunakan PACS Synapse dari FujiFilm yang menggunakan kecerdasan buatan.

Baca juga: Perbedaan Gejala Bell’s Palsy dan Stroke yang Sekilas Mirip

PACS menjadikan pekerjaan manual yang repititif menjadi digital, serta memberi kemudahan akses melalui perangkat mobil dan dengan mudah diakses dokter atau tenaga kesehatan di mana pun.

“Hasilnya, pemeriksaan di instalasi radiologi khusus penyakit stroke kini bisa dikurangi menjadi maksimal 20 menit,” kata Melita dalam siaran pers.

Ia menambahkan, saat ini dokter yang sedang berada di luar rumah sakit tidak perlu menunggu lama untuk melihat hasil gambar dari CT-Scan pasien.

Ilustrasi pemeriksaan CT-Scan otak pasien.Dok RS PON Ilustrasi pemeriksaan CT-Scan otak pasien.

Sesuai standar yang diterapkan, rumah sakit hanya memiliki waktu maksimal satu jam untuk melakukan layanan tersebut jika pasien stroke datang untuk pemeriksaan. Dengan teknologi terbaru ini, waktunya bisa dipersingkat hanya 20 menit.

Ia mengatakan, teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi rekan kerja baru bagi para dokter.

“Dari pengalaman dulu perlu waktu cukup lama dalam mendiagnosis dan merawat pasien akibat tidak adanya alat yang mempersingkat proses kerja,” paparnya.

Inovasi dalam Synapse (PACS) mendukung dokterdan tenaga kesehatan meningkatkan efektivitas dan produktivitas alurkerja sehingga pasien dapat segera ditangani dengan waktu tunggu minimum serta improvement dan akurasi dalam mendiagnosis.

“Akurasi tersebut menjadi faktor yang penting untuk membantu meningkatkan persentase kesembuhan pasien,” katanya.

Baca juga: Mengapa Hipertensi Bisa Sebabkan Stroke dan Penyakit Jantung



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X