Kompas.com - 15/01/2021, 11:31 WIB
. Shutterstock.

Misalnya ketika anak memegang telinga, orangtua dapat berkata, "Telingamu luar biasa, membantu kamu mendengar."

Selain itu, sebisa mungkin beri tahu anak nama yang tepat untuk menyebut alat kelamin.

Hindari menggunakan kata ganti yang malah membuat anak salah pengertian.

2. Fokus pada kesehatan

Mengajarkan body positivity harus lebih fokus terhadap kesehatan dan kebugaran daripada berat badan atau penampilan.

Alih-alih melarang anak mengonsumsi sesuatu yang bisa membuatnya kelebihan berat badan, lebih baik ajari anak tentang pola makan seimbang.

Baca juga: Cuma Setahun, Pasangan Suami Istri Turunkan Berat Badan Total 86 Kg

"Ajari juga anak semua kelompok makanan, cara mengatur porsi makanan, camilan, dan makanan penutup dengan tepat," kata Heath.

3. Dorong untuk aktif

Selain makanan, orangtua juga harus mengajari anaknya agar lebih aktif. Dorong anak untuk menemukan aktivitas fisik yang disukainya.

Ini membantu mengirimkan pesan bahwa olahraga itu menyenangkan. Dampaknya anak bisa melakukan latihan secara teratur dan nyaman dengan tubuhnya.

Hindari menyebut olahraga adalah cara untuk menurunkan berat badan. Sebab itu bisa membuat anak terpaksa melakukan olahraga.

4. Diskusikan tentang makanan sehat

Mengajarkan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi bukan hal mudah. Daripada memaksanya, lebih baik ajak anak berdiskusi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.