Kompas.com - 15/01/2021, 22:03 WIB
Ilustrasi bercinta. SHUTTERSTOCKIlustrasi bercinta.

KOMPAS.com - Banyak studi telah mengulas manfaat bercinta untuk kesehatan mental seseorang.

Meski aktivitas bercinta memberi kesan yang menyenangkan, namun tak sedikit pasangan yang menemui masalah ketika melakukannya.

Salah satunya ada kesulitan penetrasi penis ke vagina di malam pertama.

Ternyata, ada beberapa alasan ilmiah yang mampu menjelaskan kondisi tersebut, beberapa di antaranya:

1. Terlalu tegang
Kondisi ini sangat mungkin terjadi pada seseorang yang baru pertama kali melakukan hubungan seks.

Menuruut Singapore Brides, seseorang yang mengalami situasi tersebut biasanya tidak yakin tentang apa yang harus diharapkannya dari aktivitas tersebut.

Alih-alih menikmati, dia malah merasa cemas dan khawatir akan merasa sakit. Ini lebih umum terjadi pada perempuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, kondisi ini juga bisa terjadi pada seseorang yang sudah pernah berhubungan seks sebelumnya, namun ia merasakan stres di malam pertama setelah pernikahan.

Bisa jadi ini terjadi akibat paparan film-film, di mana orang tersebut menilai aktivitas seks yang ideal seharusnya yang penuh gairah, panas dan mendapatkan klimaks yang sempurna, serta pihak yang melakukannya memiliki fisik yang ideal.

Sementara, pada dunia nyata, hal-hal tersebut belum tentu terjadi.

Vagina adalah organ yang fleksibel dan punya otot yang dapat meregang, termasuk untuk tempat melahirkan bayi.

Namun, ketika wanita merasa cemas dan tegang, vagina juga dapat menegang yang pada akhirnya menyebabkan kesulitan penetrasi ketika berhubungan seks.

Baca juga: 4 Cara Bangkitkan Mood Bercinta untuk Perempuan

2. Kurang foreplay
Ketika perempuan merasa tegang dan cemas ketika hendak berhubungan seks namun pemanasan (foreplay) yang diberikan sudah cukup, maka vagina dapat terlumasi dengan baik dan penetrasi dapat dilakukan.

Namun, jika aktivitas foreplay kurang, kesulitan penetrasi mungkin masih akan dihadapi.

Menurut konsultan andrologi dan seks, Dr dr Hudi Winarso, MKes, SpAnd melalui bukunya, "Seks Pria & Wanita: Manfaat, Masalah, dan Solusinya" (2019), dijelaskan bahwa sebelum memasuki tahap penetrasi, ada tahapan rangsangan.

Rangsang seks yang terpapar melalui indera atau pikiran (fantasi) akan diikuti terjadinya perubahan fungsi tubuh secara otomatis.

Beberapa hal yang terjadi pada tahap rangsangan antara lain meningkatkan detak jantung serta aliran darah ke payudara sehingga membuat payudara relatif lebih besar dan lebih tegak.

Rangsangan seks yang berlanjut akan mengantarkan respons seks ke dalam fase bangkitan, di mana aliran darah ke organ kelamin semakin lancar, mulut vagina membuka membuka, vagina memproduksi lebih banyak lendir, serta perubahan lain pada rahim.

Fase bangkitan ini merupakan waktu yang ideal untuk penetrasi penis.

Jika tidak hambatan, baik secara fisik maupun fungsional, maka idealnya hubungan seks akan bisa dilakukan dengan lancar.

Ketika penetrasi sulit dilakukan, cobalah melihat kembali kemungkinan adanya hambatan fisik atau fungsional yang dialami.

Dari sisi perempuan, misalnya, mungkin saja ada hambatan psikologis yang terjadi.

Persepsi yang salah tentang seks adalah salah satunya, seperti informasi bahwa hubungan seks pertama kali adalah sesuatu yang menyakitkan.

"Informasi yang bersifat negatif, yaitu malam pertama sangat sakit, bisa menjadi awalan yang buruk terhadap tahapan respons seks, yaitu organ kelamin menjadi tidak siap atau bahkan otot-otot menjadi kaku," ungkapnya.

Jika ini adalah masalahnya, cobalah untuk lebih banyak melakukan foreplay.

Untuk mengusir kecemasan, cobalah mematikan lampu kamar dan nyalakan lampu meja atau lilin untuk menciptakan suasana temaram yang membangkitkan suasana.

Jika kesulitan membuat vagina terlubrikasi dengan maksimal, bawalah pelumas ke tempt tidur dan gunakan ketika dibutuhkan.

Baca juga: 8 Trik Foreplay Tanpa Sentuhan, demi Keintiman yang Lebih Hidup

3. Vaginismus
Hudi menjelaskan, sulitnya penis penetrasi ke vagina disebabkan karena kekejangan (spasm) otot bagian depan liang vagina yang disebut vaginismus.

Ketika mengalami vaginismus, sering kali kekejangan tidak hanya pada otot vagina melainkan disertai kekauan otot paha, yang membuat perempuan refleks menutup pahanya untuk melindungi vagina.

Jika foreplay yang cukup masih tidak bisa membantu, maka mungkin penyebabnya adalah masalah psikologis.

Maka, pengobatan selanjutnya yang perlu dicoba adalah melalui psikoterapi.

"Psikoterapi harus menjadi bagian penting karena masalah yang bersifat psikis," ungkap Hudi.

Meski begitu, perlu pula dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada kendala anatomis, seperti infeksi atau masalah anatomi.

Sebab, menurut Healthline, beberapa perempuan terlahir dengan himen yang tebal atau tidak fleksibel.

Kondisi tersebut akan membuat penis sulit melakukan penetrasi ketika berhubungan seks dan membuat selaput dara mungkin terasa sakit.

Bahkan setelah selaput dara sobek, rasa sakit itu mungkin masih dirasakan pada perempuan yang memiliki masalah anatomi.

Baca juga: Vagina Berdarah Usai Bercinta, Ada 6 Kemungkinan Penyebabnya

4. Disfungsi ereksi
Faktor ini juga bisa menjadi penyebab sulitnya penetrasi.

Beberapa laki-laki yang pasangannya mengalami vaginismus juga mungkin memiliki masalah disfungsi ereksi sebagai respons.

"Kondisi itu (vaginismus) dapat menyebabkan pasangannya mengembangkan disfungsi ereksi psikogenik, atau impotensi pada laki-laki yang disebabkan oleh faktor psikologis atau emosional," papar seksolog klinis dari National University Hospital, Profesor P. Ganesa Adaikan, kepada Singapore Brides.

Namun, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya, seperti penyakit kronis, obat-obatan, terlalu banyak minum alkohol, hingga terlalu lelah.

Orang-orang yang memiliki penyakit tertentu, seperti gangguan saraf dan otak atau diabetes juga bisa mengalamai disfungsi ereksi.

Jika ini adalah penyebab sulitnya petrasi, cobalah membuat penyebabnya terkontrol, termasuk jika itu adalah karena masalah psikologis seperti stres.

Anda dan pasangan bisa lebih banyak fokus pada keintiman lainnya selain penetrasi atau melakukan sesuatu untuk menciptakan suasana berbeda.

Menonton sesuatu yang seksi atau bereksperimen dengan mainan dan permainan seks juga dapat dicoba.

Jika masih kesulitan mengatasinya, cobalah meminta bantuan dokter.

Baca juga: Impoten Bisa Sembuh, Ini Pilihan Pengobatannya

5. Masalah fisik
Jika empat faktor lain bukan merupakan penyebabnya, cobalah memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui permasalahannya.

Sebab, mungkin saja Anda atau pasangan memiliki masalah yang berkaitan dengan fisik.

Seperti penyakit menular seksual, infeksi pada alat kelamin, kelainan anatomi, atau alasan medis lainnya yang dapat menyebabkan vagina terasa sakit ketika penetrasi berlangsung.

Gejala disfungsi seksual juga banyak terjadi pada pasien dengan penyakit kronis, seperti diabetes, psoriasis, depresi, atau penyakit kardiovaskular.

Nyeri bisa menjadi salah satu tanda pertama bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan organ reproduksi perempuan.

Oleh karena itu, jangan menebak-nebak sendiri penyebabnya dan cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan solusi yang tepat.

Baca juga: 7 Cara Mengurangi Rasa Sakit di Malam Pertama



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.