Kompas.com - 17/01/2021, 17:06 WIB
Ilustrasi tai chi shutterstockIlustrasi tai chi
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Olahraga adalah rutinitas yang menyehatkan tubuh. Dengan berolahraga, kita bisa menurunkan kadar lemak, meningkatkan massa otot, hingga mengurangi tingkat stres.

Rupanya, olahraga juga bermanfaat bagi orang yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes.

Penderita diabetes yang berolahraga bisa menurunkan tingkat stres, serta menurunkan kadar gula darah dan mengurangi kebutuhan tubuh akan insulin.

National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan latihan aerobik selama 150 menit setiap minggu bagi seseorang dengan penyakit diabetes.

Kemudian, American Diabetes Association menganjurkan agar penderita diabetes tidak melewatkan lebih dari dua hari tanpa latihan aerobik.

Ahli penyakit diabetes, Sue Cotey, RN, CDCES, dan Andrea Harris, RN, CDCES membagikan tips berolahraga yang bisa dicoba penderita diabetes.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cotey mengingatkan pentingnya membiasakan latihan ini untuk mendapat manfaat maksimal dalam membantu pengelolaan diabetes.

1. Berjalan kaki

Siapa pun dapat melakukan olahraga berjalan kaki, dan ini adalah jenis olahraga yang populer dan dianjurkan bagi penderita diabetes.

Lakukan jalan cepat 30 menit, setidaknya lima hari dalam seminggu untuk meningkatkan aktivitas fisik. Kita juga bisa membaginya menjadi sesi jalan cepat 10 menit tiga kali sehari.

Baca juga: Manfaat Kesehatan di Balik Jalan Kaki 11 Menit Setiap Hari

2. Tai Chi

Jenis olahraga dari Cina ini memungkinkan tubuh bergerak secara lambat agar tubuh dan pikiran menjadi rileks.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menjalani sesi tai chi bisa mengendalikan gula darah secara signifikan.

Peserta dalam studi tersebut juga melaporkan peningkatan vitalitas, energi, dan kesehatan mental.

Baca juga: Bisakah Tai Chi Mengurangi Risiko Penyakit Jantung?

Ilustrasi yogaShutterstock/fizkes Ilustrasi yoga
3. Yoga

Yoga menggabungkan gerakan yang membangun kelenturan, kekuatan, dan keseimbangan.

Maka dari itu, yoga cocok bagi orang dengan berbagai masalah kesehatan kronis, termasuk diabetes.

Yoga bisa menurunkan stres dan meningkatkan fungsi saraf, dan memicu perbaikan kondisi kesehatan mental dan kebugaran.

Menurut American Diabetes Association, yoga dapat memperbaiki kadar glukosa darah karena peningkatan massa otot.

Baca juga: 5 Gerakan Yoga Sederhana untuk Mengatasi Bahu dan Leher Tegang Akibat WFH

4. Menari

Menari tidak hanya bagus bagi tubuh. Dengan mengingat langkah dan urutan tarian, kita meningkatkan kekuatan otak dan memori.

Bagi penderita diabetes, menari adalah cara yang menyenangkan dan menarik untuk meningkatkan aktivitas fisik, menurunkan berat badan, meningkatkan fleksibilitas, mengurangi gula darah dan stres.

Chair dancing atau tarian yang melibatkan penggunaan kursi sebagai penyangga bagi orang dengan kemampuan fisik terbatas menjadi pilihan bagi banyak orang.

Orang dewasa yang memiliki berat sekitar 70 kg bisa membakar hingga 150 kalori dengan menari atau berdansa.

Baca juga: Awet Muda Berkat Rajin Menari

5. Berenang

Berenang membuat otot regang dan lemas tanpa adanya tekanan pada persendian, dan ini juga bagus bagi penderita diabetes.

Studi mengungkap, berenang bisa memperbaiki kadar kolesterol, membakar kalori, dan menurunkan tingkat stres.

Cobalah berenang setidaknya tiga kali seminggu selama sekitar sepuluh menit, lalu tambah durasinya secara perlahan-lahan.

Baca juga: Sederet Manfaat Berenang di Air Dingin untuk Tubuh

Cek kondisi tubuh sebelum berolahraga

Sebelum berolahraga, periksa ke dokter untuk memastikan olahraga yang kita pilih aman dan sesuai jenis diabetes yang kita alami.

Mulai olahraga secara bertahap, terutama jika kita sudah lama tidak melakukan aktivitas fisik. Ikuti pula langkah-langkah berikut:

  • Periksa gula darah sebelum dan sesudah berolahraga sampai kita menyadari bagaimana tubuh merespon olahraga.
  • Pastikan gula darah kurang dari 2.500 mg/liter sebelum berolahraga. Bagi penderita diabetes tipe 1, berolahraga dengan gula darah lebih tinggi dari 2.500 mg/liter dapat menyebabkan ketoasidosis.

Ketoasidosis merupakan komplikasi diabetes serius saat tubuh memproduksi asam darah berlebih, sedangkan kadar insulin tidak mencukupi.

Lakukan pemanasan lima menit sebelum berolahraga, dan beristirahat lima menit setelahnya.

  • Minum banyak air sebelum, selama dan setelah berolahraga untuk mencegah dehidrasi.
  • Waspadai gula darah rendah. Persiapkan makanan yang dapat meningkatkan kadar gula, seperti permen, tablet glukosa, atau jus.
  • Bawa ponsel agar dapat menghubungi seseorang dalam keadaan darurat.
  • Jangan berolahraga di suhu panas atau dingin yang ekstrem.
  • Kenakan sepatu dan kaus kaki yang tepat untuk melindungi kaki.

Baca juga: Hati-hati, Malas Bergerak Picu Diabetes

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.