Kompas.com - 18/01/2021, 10:23 WIB
Petugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kesehatan menerima suntikan vaksin corona buatan Sinovac di RSIA Tambak, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2021). Vaksin Sinovac telah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan izin penggunaan darurat ini, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co.Ltd.China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia.

Masih bisa tularkan Covid-19

Menerima vaksin Covid-19 bukan berarti seseorang secara otomatis kebal dari virus.

Disebutkan Abunasser, perlu waktu agar vaksin dapat bekerja. Ia menekankan kita untuk tetap mempraktikkan protokol kesehatan.

"Setelah dosis pertama, dibutuhkan sekitar satu minggu untuk mengembangkan beberapa respon antibodi, dan Anda mendapat respon imun parsial untuk dosis pertama," katanya.

Baca juga: Adakah Efek Samping Vaksin Covid-19 Pada Tubuh

"Ini tidak berarti kekebalan penuh. Vaksin memberikan perlindungan, tetapi meski sudah dua dosis, vaksin hanya memberi Anda tingkat perlindungan sekitar 94-95 persen."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, tidak ada jawaban apakah orang yang sudah divaksin masih berisiko membawa dan menularkan virus ke orang lain atau tidak.

Baca juga: Lansia Tak Masuk Prioritas Pertama Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Kemenkes

"Anda tidak bisa berasumsi karena divaksin Anda terlindungi dan tidak lagi membawa virus tanpa gejala dan menyebarkannya ke orang lain," tambahnya.

Abunasser mengatakan ketika vaksin diuji, maka vaksin terbukti melindungi penerima dari virus corona.

"Dengan rejimen vaksin dua dosis, sekitar 95 persen populasi akan mengembangkan kekebalan dengan cara yang melindungi mereka dari sakit jika terpapar virus," ujarnya.

"Bukan berarti orang yang kebal tidak membawa virus jika terpapar. Anda jauh lebih kecil kemungkinannya untuk sakit atau mengembangkan gejala."

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.