Kompas.com - 18/01/2021, 17:41 WIB
Ilustrasi anak makan sayur anurakpongIlustrasi anak makan sayur

3. Tanyakan masalahnya

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga terkadang melakukan sesuatu berdasar kemauannya saja. Jika orangtua tidak melakukan intervensi, jadwal mereka mungkin berbeda dengan jadwal yang sudah ditetapkan di rumah. 

Bisa jadi anak tidak sadar bahwa mereka makan dengan lambat. Mungkin si kecil merasa nyaman dengan berlama-lama saat menghabiskan isi piringnya.

Ajak anak berdiskusi soal kecepatan makan dan atur waktu yang membuatnya merasa nyaman. Perhatikan juga jarak waktu antar makan anak. Entah itu sekadar makan camilan atau makan besar. Bisa jadi anak sedang tidak lapar ketika diberi makan kembali sehingga makannya jadi lambat.

4. Tetapkan batasan

Orangtua juga perlu menetapkan batas waktu makan. Jangan paksakan anak harus menghabiskan makanannya walau butuh waktu lama. Jika tidak dibuat batasan, waktu sarapan bisa bergeser menjadi makan siang, dan seterusnya.

Beri tahu batasan waktu kepada anak dan jelaskan alasannya sesuai kemampuan berpikirnya. Misalnya waktu makan hanya 30 menit. Kalau perlu, orangtua bisa memasang alarm. Ketika alarm berbunyi, itu menandakan waktu makan sudah habis.

Baca juga: Balita Boleh Makan Sushi Ikan Mentah, Asalkan...

5. Pilihan makanan

Anak biasanya sulit makan sesuatu yang tidak disukai. Hal itu juga bisa membuat dia makan lebih lambat.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Moms
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.