Kompas.com - 19/01/2021, 06:23 WIB
Ilustrasi ikan cupang halfmoon. SHUTTERSTOCK/PANPILAI PAIPAIlustrasi ikan cupang halfmoon.

KOMPAS.com - Memelihara ikan cupang menjadi salah satu hobi yang sangat digemari dalam beberapa waktu terakhir.

Sayangnya, tak sedikit orang yang memulai hobi pelihara cupang tanpa membekali diri dengan informasi perawatan yang cukup.

Salah satunya adalah tentang mengganti air di wadah ikan cupang.

Menurut Mirza Ghulam Ahmad, MPd (King Rosetail Indonesia) melalui bukunya "Cetak Cupang Kualitas Ekspor" (2019), mengganti air pada wadah cupang ibarat mandi dan mengganti baju baru.

Maksudnya, rutinitas ini begitu penting untuk membuat ikan terlihat lebih segar dan cerah.

Namun, seberapa sering airnya perlu diganti?

Ternyata, frekuensi penggantian air bergantung pada wadah yang digunakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Frekuensi mengganti tergantung ukuran wadah," kata Mirza.

Pada wadah ukuran standar, yakni 15 cm x 15 cm x 20 cm, air perlu diganti tiga hari sekali sebanyak 75 persen dengan cara disipon.

Disipon sendiri merupakan cara membersihkan air dengan mengeluarkan kotoran dalam air bersama sebagian air hingga air menjadi bersih.

Setelah itu, ganti air 100 persen tiga hari kemudian.

"Ukur wadah yang digunakan, lalu mulai perkiraan jadwal idealnya," ungkapnya.

Baca juga: Simak, 3 Tips Penting Memelihara Ikan Cupang untuk Pemula

Lebih lanjut, berikut tahap-tahap penyifonan air pada wadah pemeliharaan ikan cupang.

  • Siapkan selang kecil dengan panjang dua meter. Sebelumnya, pindahkan ikan ke wadah sementara menggunakan serokan gayung. Pindahkan ikan ke wadah yang memiliki air dengnan pH dan suhu sama dengan air di wadah pemeliharaan.
  • Letakkan salah satu ujung selang di dalam wadah hingga mencapai bagian dasar wadah. Ini dilakukan untuk menyedot kotoran keluar. Lalu, sedot menggunakan mulut dan segera lepaskan sebelum air sampai ke mulut. Sedot hingga air tersisa 25 persen dan kotoran di bagian dasar wadah seluruhnya tersedot keluar.
  • Untuk pindah ke wadah soliter berikutnya, jika Anda menggunakan wadah ini, cukup tekan sisi selang agar udara yang mengalir berhenti. Kemudian, letakkan pada wadah berikutnya. Lakukan tahapaan tadi pada semua wadah soliter.
  • Tambahkan air baru dengan suhu dan pH yang sesuai.
  • Masukkan kembali ikan cupang ke dalam wadah.

Baca juga: Mengapa Harga Ikan Cupang Bisa Capai Puluhan Juta?

Sementara tahap penggantian air 100 persen adalah sebagai berikut:

  • Serok ikan menggunakan serokan, lalu letakkan ke wadah lain atau wadah yang lebih kecil. Pastikan pH dan suhu air ideal dan sama dengan wadah pemeliharaan.
  • Bersihkan wadah dengan air bersih dan spons halus. Jika ingin menggunakan sabun, gunakan sabun khusus cuci piring dan jangan terlalu banyak. Kemudian, bilas wadah hingga bersih.
  • Masukkan air dengan suhu dan pH yang sudah ideal, lalu masukkan kembali ikan.

Baca juga: Selain Cupang, Ada 7 Jenis Ikan Hias yang Juga Menarik



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X