Kompas.com - 19/01/2021, 20:40 WIB
Pfizer mengatakan bahwa 99 persen protein dalam varian baru virus masih sama. (AP: Mike Morones) AP/MIKE MORONES via ABC INDONESIAPfizer mengatakan bahwa 99 persen protein dalam varian baru virus masih sama. (AP: Mike Morones)

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di Norwegia membawa korban jiwa di kalangan orang lanjut usia (lansia).

Beberapa waktu lalu diberitakan 33 lansia meninggal dunia setelah mendapat vaksin Covid-19 buatanPfizer-BiNTech.

Kendati demikian, pejabat kesehatan setempat mengatakan, tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 bertanggung jawab langsung atas serangkaian kematian di antara lansia tersebut.

Dalam laporan Bloomberg, Badan Pengawas Obat Norwegia juga mengatakan hal yang sama.

Disebutkan, dari 33 orang berusia di atas 75 tahun yang meninggal setelah menerima vaksin Covid-19 sudah memiliki penyakit bawaan (komorbid) yang serius.

"Kami tidak bisa mengatakan bahwa orang meninggal karena vaksin," kata direktur medis Norwegian Medicines Agency (NOMA), Steinar Madse.

"Kita dapat mengatakan itu mungkin kebetulan. Sulit untuk membuktikan vaksin adalah penyebab langsung," sambung dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pfizer Mengurangi Pengiriman Vaksin ke Eropa untuk Sementara Waktu

Laporan awal menyebutkan, kematian terjadi beberapa hari setelah para lansia menerima vaksin Pfizer.

Semua korban jiwa merupakan penghuni panti jompo dan berpotensi rentan terhadap efek samping dari  vaksinasi.

Negara Skandinavia itu baru menggunakan vaksin Pfizer sebelum menggunakan vaksin produksi perusahaan farmasi lainnya, Moderna, pada Jumat lalu.

Lebih dari 42.000 orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin di negara itu, dengan memprioritaskan populasi yang paling rentan.

Madsen menekankan, bahwa jauh lebih berisiko untuk memilih tidak mendapatkan vaksin Covid-19.

"Jelas, Covid-19 jauh lebih berbahaya bagi sebagian besar pasien daripada vaksinasi. Kami sangat khawatir," imbuhnya.

Baca juga: Lansia Tak Masuk Prioritas Pertama Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Kemenkes



Sumber NYPost
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X