Kompas.com - 20/01/2021, 08:31 WIB

 

KOMPAS.com - Menanam tanaman dalam ruangan adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kualitas udara. Selain itu, tanaman juga mampu memperindah ruangan dan menenangkan suasana hati.

Sayangnya tak semua orang memiliki tempat yang luas untuk menanam. Namun, sebaiknya permasalahan ini tak menghalangi keinginanmu untuk mencoba menghadirkan warna hijau di rumah.

Kamu bisa mencoba tetap bertanam dengan sistem vertikal. Banyak istilah untuk bercocok tanam secara vertikal ini, mulai dari taman vertikal, dinding hijau, dinding hidup, hingga dinding lumut.

Taman vertikal pada dasarnya mengatur tanaman secara vertikal, baik dengan bantuan rak, kait, atau penyangga yang dibuat khusus untuk itu.

Salah satu sistem paling maju untuk vertical gardening adalah menggunakan sistem hidroponik, yang merupakan proses menumbuhkan tanaman yang kaya nutrisi, tanpa tanah.

Berkebun hidroponik telah dipraktikkan oleh manusia sejak zaman Raja Nebukadnezar.

Baca juga: Menanam Hidroponik Tak Harus Mahal yang Penting Konsisten

Panel hidroponik dapat berdiri sendiri atau dipasang ke dinding, dan merupakan alternatif yang baik dan hemat ruang untuk tanaman pot tradisional.

Selain hidroponik, taman vertikal dapat dibuat dari pot kecil berisi tanah, rak sepatu kanvas, kotak tangga, atau kaleng kopi daur ulang. Namun, bagimana cara membuat dan memelihara taman vertikal ini?

1. Bisakah membuat taman vertikal sendiri?

Ilustrasi taman vertikal. SHUTTERSTOCK/ATSTOCK PRODUCTIONS Ilustrasi taman vertikal.
Kamu bisa membuat taman vertikalmu sendiri dengan sebuah rancangan yang matang. Ini bisa menjadi pilihan untuk memulai hobi yang baru.

Modal untuk membuat kebun vertikal ini juga cukup murah dan bisa disesuaikan dengan budget yang kamu sediakan.

Kamu bisa menggunakan kaleng, pot tanah liat, media kayu khusus, hingga pipa paralon. Atau, kamu bisa membuat rak seperti tangga yang menempel di dinding dari bawah hingga atas.

Jika kamu tak ingin menggunakan sistem hidroponik dalam taman vertikalmu, kamu bisa menggunakan tanah dan pot seperti saat menanam di tempat datar.

Yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana taman vertikalmu harus mendapatkan matahari yang cukup dan mudah disiram. 

Baca juga: Cara Mudah Bikin Vertical Garden di Rumah

2. Tanaman apa yang paling cocok untuk taman vertikal?

Agar lebih hemat dan ramah lingkungan, Anda juga bisa menggunakan kaleng bekas. Susun pot dari kaleng bekas pada penyangga besi sehingga menghasilkan taman vertikal mungil yang tak menghabiskan tempat. www.houzz.com Agar lebih hemat dan ramah lingkungan, Anda juga bisa menggunakan kaleng bekas. Susun pot dari kaleng bekas pada penyangga besi sehingga menghasilkan taman vertikal mungil yang tak menghabiskan tempat.
Taman vertikal dapat dibuat dari berbagai jenis tanaman. Contoh umum yang paling banyak dipakai adalah tumbuhan pakis, lumut, ficus repens, pilea, dan calathea.

Taman vertikal yang diletakkan di luar ruang kebanyakan berisi lumut, tanaman merambat, atau tanaman lain yang lebih besar dan tumbuh lebih cepat.

Taman vertikal luar ruangan cenderung tumbuh lebih baik karena mendapat sinar matahari langsung. Sedangkan jika berada di dalam ruang, harus diperhatikan agar tanaman mendapat sinar matahari.

Untuk tanaman dalam ruangan, kamu bisa mencoba tanaman sukulen. Jenis ini adalah tanaman dengan perawatan yang mudah dan hanya membutuhkan sedikit air.

Selain itu, ada berbagai macam sukulen dengan warna-warna yang cerah. Sehingga jika diletakkan dalam ruangan, tanaman ini akan memberikan kesegaran. 

Baca juga: Perhatikan, Cara Menyiram Tanaman yang Pas dan Tak Berlebih

3. Bagaimana memelihara taman vertikal?

Ilustrasi taman vertikalshutterstock Ilustrasi taman vertikal
Salah satu kesulitan memelihara taman vertikal adalah bagaimana menyiraminya, apalagi bila berada di dalam ruang.

Oleh karena itu banyak orang menggunakan sistem irigasi yang memungkinkan air mengalir ke seluruh bagian tanaman.

Sementara jika kamu tidak memiliki sistem penyiraman, kamu bisa menggunakan es batu yang diletakkan dalam pot untuk menyirami tanamanmu.

Selain menyiram tanaman secara teratur, kamu juga perlu memasukkan nutrisi ke dalam tanah dari waktu ke waktu.

Kompos dan pupuk organik akan memberi hasil yang baik untuk kebun vertikal bermedia tanah. Jika memiliki hidroponik, kamu dapat membeli pupuk cair untuk dicampur ke dalam aliran air.

Kamu juga harus memangkas dan membuang daun-daun yang mati agar tanaman dapat tumbuh kembali dengan baik.

Prinsip berkebun vertikal sebenarnya sama dengan berkebun biasa, hanya bentuknya saja yang dibuat vertikal. Jadi tidak perlu pusing kan?

Baca juga: 8 Pilihan Tanaman Hias yang Cepat Tumbuh, Sudah Tahu?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.