Kompas.com - 22/01/2021, 17:44 WIB
ilustrasi mencukur bulu kemaluan shutterstock/Niran Phonruangilustrasi mencukur bulu kemaluan

KOMPAS.com - Mencukur rambut kemaluan adalah pilihan dan preferensi setiap orang. Meskipun, kadang-kadang ada beberapa hal yang dapat memengaruhi keputusan tersebut.

Nah, sebelum memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan. Sebaiknya kita perlu mengetahui, apa sih sebenarnya fungsi rambut kemaluan?

Di samping itu, kita pun harus mempelajari lebih lanjut tentang manfaat rambut pada kemaluan.

Baca juga: Jangan Cukur Rambut Kemaluan, Ketahui 7 Alasan Berikut

Fungsi rambut kemaluan

Para peneliti berteori, rambut kemaluan memiliki tiga tujuan utama bagi tubuh manusia.

• mengurangi gesekan saat berhubungan seks

• mencegah bakteri dan mikroorganisme lainnya menular ke orang lain

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

• mempertahankan suhu optimal untuk alat kelamin

Teori lain tentang fungsi rambut kemaluan adalah menjebak zat feromon. Namun, studi ilmiah terstruktur pun belum menunjukkan bukti tentang kesimpulan yang satu ini. 

Teori tersebut erat kaitannya dengan pubertas, karena rambut kemaluan muncul selama masa pubertas.

Munculnya rambut pada kemaluan sering kali menjadi tanda fisik kematangan seksual, dan mungkin pula berfungsi sebagai isyarat visual bagi calon pasangan.

Baca juga: Ketahuilah, 5 Risiko Mencabut Rambut Kemaluan

Seperti disebut di atas,salah satu fungsi utama rambut kemaluan ada pada kemampuannya untuk mengurangi gesekan selama berhubungan seksual.

Kulit di area sekitar alat kelamin sangat sensitif, sehingga rambut kemaluan secara alami dapat mengurangi gesekan selama hubungan seksual, agar tidak terjadi kelecetan.

Rambut kemaluan juga dapat membantu menghentikan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang bisa memasuki tubuh.

Secara khusus, rambut kemaluan dapat membantu menjebak kotoran dan patogen yang mungkin masuk ke dalam tubuh melalui vagina atau penis.

Berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2017, rambut kemaluan membantu mengurangi risiko tertular infeksi menular seksual (IMS).

Baca juga: Mencukur Rambut Kemaluan, Latah karena Tren atau Memang Perlu?

Namun, studi tambahan diperlukan untuk membuktikan efek rambut kemaluan efektif mencegah infeksi.

Jumlahnya

Rambut kemaluan normal dan jumlah rambut di daerah kemaluan bervariasi dari orang ke orang.

Tidak ada standar untuk jumlah, ketebalan, atau area yang akan ditutupi oleh rambut kemaluan.

Orang mungkin melihat variasi ekstrem dalam pertumbuhan rambut karena perubahan hormon.

Misalnya, seseorang mungkin melihat rambut kemaluan yang berlebihan sebagai akibat dari sindrom ovarium polikistik, sementara yang lain mungkin melihat rambut kemaluan rontok karena penuaan.

Rambut kemaluan tak higienis

Mengingat fungsinya untuk menjebak kotoran dan keringat membuat rambut kemaluan bisa menjadi lebih menyengat daripada area tubuh yang lebih sedikit atau tak ditumbuhi rambut.

Baca juga: Amankah Mencukur Rambut Kemaluan?

Seperti area tubuh lainnya, rambut kemaluan memang membutuhkan pembersihan rutin.

Seseorang harus mencuci area kemaluannya setiap kali mandi. Menjaganya tetap bersih dapat membantu mencegah bau.

Dalam studi terpisah, 59 persen wanita dan 61 persen pria menyatakan, bahwa mereka merawat daerah kemaluan untuk tujuan higienis.

Namun, saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat kesehatan apa pun yang terkait dengan menghilangkan rambut kemaluan, selain penghapusan kutu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.