Kompas.com - 24/01/2021, 20:31 WIB
Ilustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp Nikkei AsiaIlustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp

Undang-undang ketenagakerjaan California mewajibkan pembayaran untuk semua jam kerja. Bahkan meskipun karyawan dihubungi hanya lima menit untuk urusan pekerjaan.

Baca juga: Bos Twitter Ingatkan Pentingnya Menyeimbangkan Kerja dan Kehidupan

Budaya perusahaan

Di sisi lain, menurut sosiolog Tracy Brower, PhD, MM, MCRw, kebijakan yang membatasi komunikasi terkait pekerjaan setelah jam kerja kembali ke budaya perusahaan.

Perusahaan dengan karyawan yang merasa terdorong mengirim email setelah jam kerja perlu mengatasi masalah yang lebih besar.

Mungkin perusahaan memiliki budaya yang tidak memberdayakan karyawan untuk membuat keputusan sendiri tentang cara untuk bekerja.

Tracy mengatakan, ada hal lebih penting dari jam kerja yakni kebijakan perusahaan dalam membina budaya organisasi yang membuat karyawan merasa dihargai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, perlu juga kebijakan yang dapat membuat karyawan bisa memberikan pendapat dan mengambil keputusan sendiri, serta menyelaraskan keterampilannya dengan pekerjaan.

Memang membatasi komunikasi soal pekerjaan di luar jam kerja bertujuan baik. Akan tetapi, setiap karyawan memiliki cara berbeda untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Baca juga: Jam Kerja yang Terlalu Lama Meningkatkan Risiko Kelainan Jantung

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.