Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Terapi Musik Menurunkan Kelelahan pada Pasien Kanker

Kompas.com - 25/01/2021, 13:17 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Kelelahan tersebut juga dapat menghilangkan rasa semangat untuk menjalani pengobatan. Selain itu tenaga dari pasien tersebut juga akan terpengaruhi.

Hilangnya semangat dan tenaga dapat membuat pasien tidak melanjutkan pengobatan sehingga memengaruhi kesembuhannya.

 

Salah satu ciri pasien kanker mengalami kelelahan adalah kesulitan untuk beristirahat. Pasien yang kurang beristirahat dapat mengganggu pengobatan dan pemulihan diri dari pasien tersebut.

Baca juga: 3 Tips Jaga Kesehatan Pasien Kanker di Tengah Pandemi Corona

Biasanya pasien akan kesulitan untuk beristirahat selain karena pengobatan dapat juga dikarenakan efek samping yang diberikan dari pengobatan tersebut, seperti mual, pusing, dan sakit yang dirasakan.

Aktivitas musik

Terdapat beberapa macam kegiatan yang dapat dilakukan pasien kanker untuk menurunkan atau memulihkan rasa lelah, salah satunya adalah aktivitas musik.

Aktivitas musik tersebut dapat dalam bentuk mendengarkan musik atau memainkan alat musik. Jenis musik yang memberikan efek adalah musik rohani dan musik klasik.

Jenis musik lain juga dapat digunakan oleh pasien, yang terpenting adalah musik tersebut memberikan efek menenangkan kepada pasien tersebut.

Baca juga: Terapi Musik, Salah Satu Pilihan untuk Menyehatkan Mental

Musik yang menenangkan dapat memberikan efek seperti membantu pasien beristirahat. Sehingga dapat membantu menghilangkan rasa lelah akibat pengobatan yang dijalani.

Musik tersebut juga dapat memberikan efek kepada pasien seperti relaksasi dan melupakan rasa sakit walaupun hanya sejenak. Sehingga pasien dapat mengalihkan pikirannya dari penyakit yang ia derita (Bulfone, Quattrin, Zanotti, Regattin, & Brusaferro, 2009).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.