Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Mengenal Indikasi Kecanduan Online Game pada Remaja

Kompas.com - 25/01/2021, 13:38 WIB
Pria yang sedang bermain game PC (Dok. Shutterstock) Pria yang sedang bermain game PC
Editor Wisnubrata

Selain itu, banyak orang tua melaporkan bahwa anak laki-laki lebih sering bermain setiap harinya daripada anak perempuan (Warta Ekonomi, 2020).

Dalam pandangan psikologi, terdapat hal positif yang didapat dari bermain online game, yaitu sebagai sarana rekreasi yang dapat memberi keuntungan seperti atensi yang lebih fokus, motivasi dan resiliensi dalam mengahadapi kekalahan, manajemen emosi, bahkan memberi keuntungan pengembangan perilaku prososial (Granic, Lobel, & Engels, 2014).

Bila diperhatikan dengan lebih baik lagi, maka kita akan memahami bahwa dalam bermain dapat membentuk tiga aspek dalam diri pemain, yakni:

  1. kognitif, seperti keterampilan dan pengetahuan baru,
  2. afektif, seperti terlibat dengan permainan yang tepat,
  3. karakteristik perilaku, seperti tahun pengalaman.

Karakterisik perilaku dalam hal pengalaman dapat dijelaskan sebagai berikut. Pemain yang telah bermain dalam jangka waktu lama menunjukkan keterampilan, pengetahuan dan strategi pada pemain yang meningkat seiring bertambahnya pengalaman bermain dan sudah akrab dengan permainan tersebut.

Peningkatan yang dialami pemain sesuai dengan hasil yang didapat individu yang melakukan kegiatan rekreasi di luar maupun dalam ruangan.

Di sisi lain, jika pemain terlalu asyik bermain, secara tidak sadar pemain akan menunjukkan gejala kecanduan bermain (Wu & Scott, 2013).

Yee (2002) mendefinisikan kecanduan bermain sebagai perilaku berulang yang dapat merusak diri sendiri dan sulit untuk diakhiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun karakteristik kecanduan bermain meliputi masalah psikologis, masalah pada perilaku sosial seperti menarik diri, serta pemain tetap melanjutkan bermain meskipun ada konsekuensi negatif seperti kehilangan pekerjaan, berbohong dan kehilangan minat dalam aktivitas lain (Young, 2009).

Charlton dan Danforth (2007) mengatakan bahwa jika individu dengan kecanduan berhenti bermain, individu akan mengalami emosi yang tidak menyenangkan dan fisik yang tidak nyaman.

Mengkaji lebih jauh mengenai kecanduan bermain online game dapat dilihat berdasarkan pada DSM V (2013) yang menunjukkan bahwa terdapat delapan indikasi seseorang mengalami kecanduan bermain, yaitu:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.