Kompas.com - 25/01/2021, 13:56 WIB

KOMPAS.com - Musim pertama serial Bridgerton yang dirilis pada 25 Desember tahun 2020 menuai kesuksesan dan para fans tak sabar menanti kelanjutan kisahnya di musim kedua.

Serial ini merupakan adaptasi dari novel karangan Julia Quinn, yang menceritakan tradisi perjodohan yang marak terjadi di kalangan bangsawan Inggris pada era 1800-an.

Bridgerton season 1 sebagian besar didasarkan pada novel berjudul The Duke and I, dan pencipta serial ini menyebut musim itu adalah salah satu penggambaran cerita yang sangat akurat dari buku ke layar.

Elemen pada cerita di novel; seperti kecerdasan, karakter, rayuan, dan plot terlihat jelas pada serial Bridgerton, dengan detail tambahan untuk memaksimalkan cerita.

"Saya merasa akan selalu ada perbedaan dari materi asli dengan bentuk adaptasi apa pun, tetapi saya yakin penggemar buku akan melihat semua elemen yang mereka sukai di layar", kata Chris Van Dusen, produser serial Bridgerton kepada OprahMag.com.

Baca juga: Netflix Dipastikan Garap Serial Bridgerton Season 2

Upaya yang dilakukan Van Dusen terhadap pembuatan Bridgerton mendapat apresiasi dari penulis novel, Julia Quinn.

"Karakternya sangat sesuai dengan siapa mereka dan latar belakangnya sangat tepat," sebut Quinn kepada OprahMag.com.

"Saya ingat ketika saya membaca skrip pertama, dan saya lihat bagaimana mereka melakukan beberapa hal untuk menyusunnya berbeda dengan penekanan lebih besar pada Lady Whistledown dan menampilkan Ratu Charlotte."

"Jelas bagi saya bahwa mereka melakukannya dengan cara yang sangat sempurna," tutur dia.

Kendati demikian, ada beberapa perbedaan antara serial Bridgerton di Netflix dengan novel yang ditulis Quinn.

Baca juga: Deretan Tempat Cantik di Bridgerton, Serial Klasik Netflix yang Tengah Naik Daun

1. Pertemuan antara Daphne dan Simon

Karakter Daphne dan Simon dipertemukan secara tidak sengaja oleh Nigel Berbrooke. Namun, di novel dan serial televisi, cerita di balik awal pertemuan keduanya berbeda.

BRIDGERTON (L to R) PHOEBE DYNEVOR as DAPHNE BRIDGERTON in episode 103 of BRIDGERTON Cr. LIAM DANIEL/NETFLIX © 2020Liam Daniel/NETFLIX BRIDGERTON (L to R) PHOEBE DYNEVOR as DAPHNE BRIDGERTON in episode 103 of BRIDGERTON Cr. LIAM DANIEL/NETFLIX © 2020

Dalam episode pertama serial Bridgerton, Daphne secara tidak sengaja menabrak Simon setelah mencoba melarikan diri dari Berbrooke.

Sedangkan, di novel The Duke dan I, Simon bersembunyi dan menguping saat Daphne menolak Berbrooke. Dia muncul setelah Daphne memukul Berbrooke karena menjadi terlalu agresif. Peristiwa yang ditulis di novel ini diceritakan belakangan di episode 2 serial tersebut.

Baca juga: Regé-Jean Page, Bintang Bridgerton yang Curi Perhatian

2. Duke of Hastings tidak mendalami olahraga tinju

Adegan di mana karakter Simon (diperankan (Rege-Jean Page) melakukan tinju sembari memamerkan otot perutnya tidak ditulis di novel The Duke and I.

Tetapi, ada kemungkinan jika Simon yang asli benar-benar pernah berlatih olahraga tersebut.

"Era Regency England (1811-1820) adalah masa puncak tinju di Inggris, ketika juara tinju tanpa sarung tangan di Inggris juga dianggap sebagai juara dunia," menurut Brittanica.

3. Anthony tahu hubungan palsu Daphne dan Simon

Di dalam novel, digambarkan Anthony tidak terlalu protektif kepada adik perempuannya, Daphne. Sementara di serial Bridgerton, dia tampak melindungi Daphne dari pria lain dengan cara yang kasar dan angkuh.

Baca juga: Sinopsis Bridgerton, Serial Terbaru Netflix Berlatar Kehidupan Bangsawan Inggris

Daphne dan Simon memberitahu Anthony bahwa hubungan mereka palsu. Anthony menyetujui hubungan tersebut dengan menetapkan tiga syarat.

Pertama, rahasia hubungan itu harus dijaga. Kemudian Simon dan Daphne tidak boleh dibiarkan berduaan.

Terakhir, Anthony mengatakan "jika saya melihatmu mencium tangan Daphne tanpa pendamping, saya akan memotong kepalamu."

Kesamaan antara novel dan serial televisi adalah, Anthony tahu Daphne dan Simon melanggar syarat ketiga, dan ia menantang Simon untuk berduel.

Serial Bridgerton yang tayang di Netflix Serial Bridgerton yang tayang di Netflix

4. Ada perbedaan dalam salah satu adegan seks

Baik dalam novel maupun serial Bridgerton, ada adegan seks antara Daphne dengan Simon.

Namun di serial yang ditayangkan di Netflix itu, saat bercinta dengan daphne Simon diceritakan tidak bisa menarik penisnya saat akan ejakulasi.

Sementara dalam novel The Duke and I, Simon mabuk dan tertidur saat berhubungan seks dengan Daphne.

Baca juga: 4 Fakta Menarik Bridgerton, Serial Klasik yang Tayang di Netflix

Bagian dari novel bab 18 antara lain bertuliskan:

"Dia (Simon) berada dalam kendalinya (Daphne), dia menyadari. Simon tertidur, dan mungkin lebih dari sekadar mabuk, dan Daphne bisa melakukan apapun yang dia inginkan bersama Simon."

Bagian ini membuat pembaca kecewa dan menafsirkan tindakan Daphne sebagai pemerkosaan.

Dalam serial Bridgerton, Simon dalam kondisi setengah sadar dan tampak kehilangan kendali atas dirinya, tetapi Daphne sepenuhnya sadar bahwa dia membuat Simon di posisi yang rentan.

Apa yang dilakukan Daphne memicu perdebatan terkait apakah dia melakukan pemerkosaan terhadap sang suaminya atau tidak.

Baca juga: Jumlah Pelanggan Melonjak di Tengah Pandemi, Netflix Raup Pendapatan Rp 350 Triliun

5. Nasib Marina Thompson berbeda di novel

Karakter Marina Thompson hanya dijelaskan secara singkat di novel kelima Julia Quinn, To Sir Phillip, With Love, dan kisahnya bisa dibilang tragis.

Dalam prolog novel itu, disebutkan Marina adalah istri pertama Phillip Crane. Seharusnya Marina menikah dengan kakak Phillip, namun sang kakak meninggal dalam perang.

Setelah menderita depresi sepanjang hidupnya, Marina mencoba bunuh diri dengan berjalan ke danau di tengah musim dingin.

Phillip berhasil menyelamatkan Marina, tetapi tidak lama kemudian Marina sekarat dan meninggal dunia. Ia meninggalkan Phillip bersama kedua anaknya.

Aktor Regé-Jean Page yang memerankan karakter Simon Basset, Duke of Hastings salam serial Bridgerton.Hasil tangkap layar instagram Regé-Jean Page Aktor Regé-Jean Page yang memerankan karakter Simon Basset, Duke of Hastings salam serial Bridgerton.

Nah, di serial televisi, karakter Marina benar-benar berbeda. Dia digambarkan sebagai sepupu keluarga Featherington dan memiliki alur cerita baru.

Kehidupan Marina yang diceritakan di serial televisi Bridgerton masih terbilang rumit, namun tidak berakhir tragis seperti yang ditulis di novel.

"Kami benar-benar melihat serial Bridgerton sebagai evolusi seorang wanita," kata Van Dusen tentang karakter Marina.

"Kisahnya adalah bagian besar dari serial itu. Kita bisa mengeksplorasi pola pikir yang menjadi begitu normal seiring waktu. Seperti seksisme dan kebencian terhadap wanita, dan cara perempuan diperlakukan berabad-abad."

Baca juga: Pangeran Harry Ungkap Kesedihan Setelah Gelar Bangsawan Dicopot

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.