Kompas.com - 25/01/2021, 14:36 WIB

KOMPAS.com - Pernahkah kita menemukan suami membiarkan lemari di dapur terbuka? Atau dia tidak segera mencuci piring setelah makan?

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dapat menjadi hal yang sangat menjengkelkan, dan membuat istri terjebak dalam mode untuk mudah kesal.

Bahkan, ketika kita ingin mengubah perilakunya dengan berbagai cara, dia tetap mengecewakan berulang kali.

Baca juga: Cuma Setahun, Pasangan Suami Istri Turunkan Berat Badan Total 86 Kg

Semakin istri mencoba untuk mengontrolnya, maka istri seperti dibuat semakin kewalahan dan -bahkan, marah.

Itulah sebabnya, untuk memperbaiki kebiasaan buruk suami yang menjengkelkan, istri harus berhenti merasa kesal, dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih positif.

Nah, agar kita tidak tenggelam dalam rasa kekesalan yang berlarut-larut terhadap suami. Cobalah untuk menghentikannya dengan beberapa cara berikut ini.

1. Luangkan waktu sebentar untuk berpikir

Luangkan waktu sejenak untuk berpikir dan menarik diri dari situasi saat ini, lalu melihat gambaran yang lebih besar.

Sekarang adalah waktu bagi kita untuk menghargai apa yang kita miliki karena apresiasi dapat mengubah impresi secara instan.

Mencurahkan semua harapan yang telah mengakibatkan agitasi dan kekecewaan dapat membuat kita mulai bergerak maju dengan pikiran, serta hati yang terbuka.

Baca juga: Mengapa Suami Istri di Keluarga Kerajaan Inggris Tidur di Kamar Terpisah?

2. Mengubah ekspektasi

Terlalu banyak berekspektasi terhadap pasangan memang akan sangat melelahkan dan membuat banyak waktu terbuang.

Oleh karena itu, cobalah untuk menggeser harapan yang berlebihan untuk mendapatkan hasil yang berbeda.

Penulis buku "Spiritual Clearings", Diana Burney mengatakan, jika kita dapat mengubah harapan, maka kita juga dapat mengubah realitas eksternal.

Lagi pula, dunia tidak akan berakhir hanya karena dia tidak ingat untuk menutup lemari dapur, bukan?

Sebagai hasilnya, kita akan berhenti mengomel, karena kita telah berhenti memantau kemajuan atau kekurangannya dan mulai merasa lebih baik tentang diri sendiri.

Tentu saja, ini bukan tentang menyerah pada pernikahan. Tapi untuk mengubah bagaimana kita memperlihatkan diri dalam pernikahan.

Kita berpikir berbeda tentang hal-hal terjadi sekarang. Perhatian kita hanya tertuju pada apa yang kita butuhkan saat itu.

3. Lepaskan ekspektasi

Melepaskan ekspektasi terhadap suami adalah kebebasan dan tidak menjadikan kita lemah atau membiarkan orang lain menang.

Baca juga: 7 Cara Istri Bisa Membantu Suami yang Alami Disfungsi Ereksi

Ini adalah tentang bagaimana kita menang dan merebut kembali diri dalam proses.

Ketika kita tidak lagi mengharapkan sesuatu yang berbeda, seluruh sikap akan berubah. Dengan kata lain, kita tampak lebih santai.

Saat harapan kita tentang dia berhenti, kita akan mulai merasa berbeda dan dia mungkin menemukan kita lebih mudah didekati untuk berbicara lebih banyak.

Bahkan tanpa disadari, dia dengan sukarela akan membantu pekerjaan rumah tangga.

Biarkan dia membantu, meskipun mungkin tidak melakukannya seperti yang kita lakukan.

Ingat, niatnya adalah untuk berpartisipasi dan muncul dengan caranya sendiri, ketika dia melakukannya.

Ketika kita menghentikan penilaian negatif tentang diri kita sendiri dan orang lain, hal-hal dalam hidup kita mulai mengalir lebih lancar.

Peningkatan kebahagiaan akan menyebar secara positif ke semua hubungan dan bidang kehidupan.

Secara bertahap, hal-hal kecil yang membuat kita frustrasi akan memudar dan kita akan merasa lebih damai.

Sumber: https://www.yourtango.com/experts/coachtx/what-to-do-husband-annoys-you

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber yourtango
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.