Kompas.com - 25/01/2021, 22:44 WIB
|
Editor Wisnubrata

Banta menyarankan kita supaya memahami motivasi anak-anak. Kita juga harus memberikan pengertian, bahwa kebohongan akan memiliki dampak yang harus diterima.

Baca juga: 5 Tanda Anak Berbohong pada Orangtua

2. Menginterupsi

Banyak orangtua yang membiarkan anak menginterupsi karena rasa sayang atau merasa kasihan. Tetapi, kebiasaan memotong pembicaraan dapat berdampak negatif.

Banta mengatakan, orangtua perlu memberitahu anak bahwa interupsi adalah sesuatu yang mengganggu dan mengajarkan bagaimana caranya untuk menunggu.

Berikanlah contoh saat melakukan percakapan dengan anak. Misalnya, jika anak sedang menceritakan kisah yang bertele-tele, usahakan jangan menyelanya.

Tetapi, jika kita sudah terlanjur melakukannya, segeralah meminta maaf.

Banta juga menyarankan kita untuk mengajarkan anak-anak bagaimana dengan hormat menginterupsi pembicaraan seseorang dengan mengatakan permisi.

Jangan lupa untuk memberi pujian ketika kita melihat mereka berlatih keterampilan baru.

Baca juga: 3 Tips untuk Hilangkan Kebiasaan Buruk pada Anak

3. Perhatian yang berbeda

Dalam keluarga dengan lebih dari satu anak, dinamika anak yang keras kepala dengan anak yang patuh dapat muncul.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Fatherly
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.