Kompas.com - 26/01/2021, 06:58 WIB
Ilustrasi konstipasi (sembelit). Konstipasi adalah salah satu gejala penyerta yang perlu diwaspadai jika warna feses tidak normal. SHUTTERSTOCK/TUTATAMAFILMIlustrasi konstipasi (sembelit). Konstipasi adalah salah satu gejala penyerta yang perlu diwaspadai jika warna feses tidak normal.

KOMPAS.com - Warna feses atau kotoran kita umumnya berwarna cokelat.

Bervariasi pada banyak corak cokelat, mulai dari cokelat tua, cokelat muda, hingga cokelat kekuningan.

Warna tersebut sebagian besar disebabkan oleh empedu dan bilirubin, yang keduanya berwarna kekuningan.

Ketika zat-zat ini bercampur dengan makanan yang dicerna, sekresi usus, bakteri, dan sel darah merah tua di saluran pencernaan, semua itu mengubah warna feses kita menjadi cokelat.

Tapi, ada kalanya warna feses menjadi tidak normal, seperti kuning, hitam atau bahkan kemerahan.

Jika kamu pernah mengalaminya, ketahuilah arti kesehatan di balik perubahan warna feses tersebut, seperti dilansir Healthline:

1. Hijau
Warna feses yang berubah menjadi hijau bisa disebabkan beberapa alasan, termasuk karena makanan yang dikonsumsi.

Makan sayur-sayuran berdaun hijau seperti brokoli atau kale, misalnya, bisa membuat warna feses berubah menjadi hijau.

Untuk konteks ini, kamu tak perlu khawatir dengan perubahan warna.

Namun, beberapa alasan lainnya perlu menjadi perhatian, seperti adanya infeksi bakteri atau masalah pencernaan.

Konsumsi antibiotik juga bisa menyebabkan feses berubah warna menjadi hijau.

Namun, dalam konteks ini, warna feses seharusnya dapat kembali normal ketika konsumsi antibiotik dihentikan.

Baca juga: Untuk Tetap Sehat, Seberapa Sering Kita Harus BAB?

2. Hitam
Warna feses yang berubah menjadi hitam bisa menjadi tanda adanya pendarahan di bagian atas saluran pencernaan.

Kondisi ini bisa terjadi karena sakit maag atau masalah pendarahan lainnya.

Pencampuran darah dengan cairan empedu dan cairan pencernaan lainnya juga dapat membuat kotoran menjadi hitam dan terhambat.

Beberapa penyebab lainnya yang tidak terlalu serius, seperti konsumsi suplemen zat besi dan konsumsi makanan berwarna gelap.

Jika fesesmu berwarna hitam dalam periode waktu tertentu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

Baca juga: 5 Hal Penting Ini Membantu BAB Lebih Rutin

3. Kuning
Ada banyak penyebab yang bisa membuat warna feses menjadi kuning.

Penyakit yang memengaruhi hati, kandung empedu atau pankreas dapat bereran terhadap perubahan warna feses menjadi kuning.

Sebab, kondisi-kondisi yang memengaruhi organ-organ tersebut dapat mengganggu jumlah cairan empedu yang digunakan untuk pencernaan.

Pada bayi, kotoran kuning juga bisa menjadi tanda pencernaan bekerja terlalu cepat dan tisak semua lemak dari makanan dapat diserap tubuh.

Penyebab lainnya termasuk penyakit celiac, konsumsi makanan berwarna jingga atau kuning, hingga stres yang bisa mempercepat proses pencernaan.

Baca juga: Bentuk Feses Bisa Cerminkan Status Kesehatan

4. Merah
Jika kamu sedang mengalami diare dan warna fesesmu berubah menjadi kemerahan, itu bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi E. coli atau rotavirus, yang juga dikenal dengan nama flu perut.

Feses yang berwarna merah juga bisa menjadi tanda pendarahan di bagian bawah saluran pencernaan.

Beberapa kemungkinan akibatnya antara lain divertikulosis, penyakit radang usus, polip kolon, wasir, hingga infeksi usus.

Penggunan pewarna seperti yang ditemukan pada fruit punch atau permen merah juga dapat mengubah feses menjadi merah untuk sementara.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 10 Penyebab Sakit Saat BAB dan Solusinya

5. Berwarna pucat atau abu
Feses berwarna pucat atau seperti lempung biasanya merupakan tanda bahwa tubuh tidak memproduksi cairan empedu dalam jumlah yang sehat.

Ini juga bisa menjadi tanda bahwa ada penyumbatan di saluran empedu, hati, atau pankreas.

Warna feses yang pucat atau seperti lempung juga bisa merupakan tanda dari hepatitis virus, hepatitis alkoholik, batu empedu, kista atau tumor di sistem bilier.

Obat-obatan, seperti obat non-steroid anti-peradangan (NSAID), pil KB, beberapa antibiotik, dan steroid anabolik juga dapat menyebabkan warna kotoran menjadi pucat.

Baca juga: Amankah Bergantung pada Kopi Agar BAB Lancar?

Kapan perlu ke dokter?
Jika feses terus berwarna tidak normal meskipun kamu sudah berhenti mengonsumsi makanan atau obat tertentu, sebaiknya hubungi penyedia layanan kesehatan.

Sebab, bisa jadi itu adalah tanda kondisi kesehatan serius yang mendasari.

Beberapa gejala lainnya yang mungkin menyertai perubahan warna feses, antara lain:

  • Diare.
  • Sembelit.
  • Sakit di area perut.
  • Sakit ketika buang air besar.
  • Feses berdarah.
  • Feses berbau busuk, hingga
  • Demam.

Baca juga: 7 Fakta tentang BAB yang Mungkin Anda Belum Tahu...



Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X