Kompas.com - 28/01/2021, 20:20 WIB
Presiden Direktur PT.Unilever Indonesia, Ira Noviarti. Arsip PribadiPresiden Direktur PT.Unilever Indonesia, Ira Noviarti.

KOMPAS.com – Kesempatan wanita untuk mencapai puncak karier sebenarnya terbuka lebar. Namun, banyak wanita merasa ragu ketika mengejar keriernya karena khawatir tak bisa menjaga keseimbangan antara kantor dan keluarga.

Kondisi tersebut membuat banyak perempuan potensial memilih untuk melepas kariernya atau berhenti bekerja.

Mengutip Katadata.id, menurut data Badan Pusat Statistik 2018, dibandingkan dengan pekerja pria, hanya 21 persen pekerja wanita yang berada di posisi pimpinan.

Sebagai salah satu dari sedikit pemimpin perusahaan perempuan, Presiden Direktur PT.Unilever Indonesia, Ira Novriati mengatakan sebenarnya potensi dan kemampuan pria dan wanita sama dalam pekerjaan.

Meski demikian, menurut Ira ada beberapa hambatan yang dihadapi ibu bekerja, salah satunya adalah kurang fokus pada kekuatan yang dimilikinya.

Baca juga: Benarkah Pemimpin Perempuan Lebih Unggul Hadapi Krisis?

“Sebagai perempuan biasanya kita agak condong pada kelemahan yang dimiliki. Perempuan lebih sensitif pada ‘saya tidak mampu di mana’. Fokuslah pada kekuatan yang dipunya dan dibuat lebih kuat lagi,” ujar Ira dalam wawancara terbatas dengan media (27/1/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, Ira menyarankan agar dalam bekerja kita juga tidak cukup puas jika hasil pekerjaan itu diketahui atasan, tetapi komunitas lebih luas.

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Memiliki mentor dan sponsor, lanjut Ira, sangat penting demi kemajuan karier dan berprestasi dalam perusahaan.

“Perempuan menghadapi waktu-waktu tertentu yang lebih berat pada keluarga, misalnya ketika anak masih kecil atau punya anak justru ketika kariernya akan bergerak cepat. Seorang mentor dan sponsor akan membantu kita saat menghadapi kesulitan itu,” paparnya.

Ia mengatakan, sebaiknya kita jangan pasif dalam mencari mentor, sehingga kita memiliki support system yang dapat membantu.

“Peran perusahaan dalam kemajuan karyawan perempuan juga penting. Misalnya dengan jam kerja yang fleksibel, menyediakan daycare. Kita juga bisa berdialog dengan atasan mengenai jam kerja,” katanya.

Baca juga: 5 Tips Mempertimbangkan Perubahan Karier di Tengah Pandemi Covid-19



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X